oleh

Pengamat: Hasratnya Sudah Redup, PKB Tidak Bisa Jual Cak Imin

Jakarta, Akuratnews.com – Pesta demokrasi pilpres 2019 semakin dekat. Namun hingga saat ini Capres Joko Widodo masih belum mengumumkan siapa calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampinginya.

Salah satu partai koalisi Jokowi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya telah mengusung Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres dari Jokowi. Wakil Sekjen PKB, Jazilul Fawaid menjelaskan alasan PKB memilih Cak Imin dan mendukung Jokowi adalah berdasarkan mandat para kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Namun, Jazilul mengatakan pihaknya akan meminta mandat ulang kepada para kiai NU jika nantinya Cak Imin tidak terpilih sebagai Cawapres Jokowi. Hal ini dikarenakan sikap Jokowi yang belum memberi keputusan terkait Cawapres pilihannya meski pendaftaran Capres-Cawapres ditutup 2 hari lagi.

Melihat respon PKB yang seolah belum rela bila Cak Imin tidak terpilih sebagai Cawapres Jokowi, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin ikut memberikan tanggapan.

Ujang menilai, dukungan ulama NU meski erat kaitan dengan PKB, tentu tidak menentukan sikap PKB seutuhnya. Menurutnya, PKB akan tetap berada di koalisi Jokowi sampai akhir. Ia juga menambahkan PKB tidak akan bisa menjual Cak Imin dikarenakan kasus Cak Imin di masa lalu.

“Hasrat menjadi Cawapres Jokowi sudah meredup. Saya melihatnya begitu. Lagipula PKB tidak akan bisa menjual Cak Imin karena dia, kan, secara politik dulu pernah bermasalah ketika menjadi menteri,” jelas Ujang dalam rilis IPR yang diterima Akuratnews.com, Rabu (8/8/2018). (Rhmi)

Komentar

News Feed