oleh

Pengamat: Jokowi Takut Kalah

Jakarta, Akuratnews.com – Terpilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai calon wakil Presiden (Cawapres) dari Joko Widodo masih menuai banyak kritikan.

Pasalnya, masih banyak pihak yang meragukan pilihan Jokowi ini. Ada dugaan Jokowi memilih KH. Ma’ruf Amin hanya untuk mendapatkan suara dan meraih kemenangan.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang Pengamat Politik, Andrianto SIP.

Ia meragukan Ma’ruf Amin dapat terus menjadi Cawapres lalu kemudian menjadi Wapres.

Menurutnya, setelah Jokowi memenangkan Pilpres 2019 ini, bisa saja Ma’ruf Amin diganti dikemudian hari.

“Dalam Undang-Undang dinyatakan apabila Wapres berhalangan tetap (Misalnya Ma’ruf Amin dengan kesehatannya), maka Partai Politik pengusung berhak mengusulkan dua nama untuk dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)”, jelas Andri kepada Akuratnews.com, Minggu (12/8/2018).

Ia menyayangkan apabila dugaan ini benar terjadi, dapat merusak kedaulatan rakyat yang ingin memiliki Presiden dan Wakil Presiden terbaik.

Andri menilai, Jokowi takut kalah dalam Pilpres 2019 mendatang. Hal ini didasari karena kinerja Jokowi yang buruk terutama dalam mengawal NKRI serta kondisi ekonomi yang jeblok saat ini.

Menurutnya, inilah alasan Jokowi memilih Ma’ruf Amin yang dianggap sebagai tokoh yang mampu menarik suara rakyat.

” Benar jokowi takut kalah”, tegasnya.

Kendati demikian, Andri menganggap tetap saja ada kecerobohan ketika sosok sekaliber Mahfud MD dipermalukan.

“Kelihatan benar ada tekanan Imin (Muhaimin Iskandar) dan PBNU, ini bisa jadi antipati dan terbelahnya massa NU. Publik melihatnya sebagai kelanjutan perseteruan PKB, dimana Mahfud disisi Gus Dur vis a vis dengan Imin”, ujar Andri. (Rhm)

Komentar

News Feed