oleh

Pengurus Ponpes Sunanul Husna Dilaporkan ke Polisi

Malang betul nasib seorang pria bernama Christian Heru. Bermaksud belajar agama dan berobat alternative di Pondok Pesantren Sunanul Husna malah kehilangan barang, dicaci maki dan diusir dari Ponpes yang beralamat di jalan Menjangan IV, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten tersebut.

Jakarta, Akuratnews.com – Seorang pria Christian Heru, bermaksud hendak mendalami agama serta melakukan pengobatan alternative di Pondok Pesantren Sunanul Husna. Dia lalu membayar sejumlah uang sebagai pembayaran biaya belajar agama dan berobat alternative, melalui cara didoakan.

Usai melakukan pembayaran, Heru panggilan pria itu, akhirnya kerap datang ke ponpes untuk belajar agama sekaligus berobat.

Namun sebuah peristiwa terjadi saat Heru berada di ponpes tersebut. Seperti dikisahkan Heru, Dia kehilangan tasnya yang biasa dibawa kemana-mana. Otomatis hal itu Dia tanyakan kepada salah satu pengurus ponpes yang biasa dipanggil Ustadz Raffi. Tapi melihat dan mengetahui respon sang Ustadz, bukan main kagetnya Heru.

“Kejadian ini bermula ketika pada hari Senin 19 februari 2017. saya menanyakan tas saya yang hilang. Tapi pertanyaan saya tidak direspon dan ustad Raffi bilang kalau di masjid Pondok Pesantren Sunanul Husna sudah banyak orang yang kehilangan barang.” Cerita Heru.

Sejak peristiwa itu, Heru bukannya mendapatkan ilmu agama dan sakit yang dideritanya sembuh, malah kerap dicaci maki. Bahkan seperti diutarakan Heru, Ustadz Raffi kerap berteriak-teriak mengusir dirinya dari area ponpes.

Saat Heru mengaku sudah merasa nyaman berada di ponpes tersebut, sebuah peristiwa mengenaskan kembali terjadi. Heru menceritakan bahwa saat dirinya hendak mengambil barang-barangnya yang ada di dalam kamar, Ustadz Raffi kembali melakukan perbuatan kasar dan tak pantas dilakukan.

“Pada hari Selasa tanggal 20 februari 2018, saya mengambil semua barang-barang saya yang ada di kamar. Ternyata barang-barang saya sudah dibuang di tempat yang tidak layak. Setelah itu Ustad Raffi mencaci maki saya dan mengusir saya. Tidak itu saja, teman Ustad Raffi yang bernama Fatir juga mengancam saya.” Tambah Heru menyesalkan semua tindakan kedua ustadz tersebut.

Atas perlakukan yang didapat, Heru akhirnya mengambil langkah hukum. Dia melapor ke Polda Metro Jaya. Dan berikutnya Heru bakal memperkarakan masalah ini ke Komnas HAM.

“Maka dari itu saya laporkan tentang kehilangan tas saya dan sikap Ustad Raffi yang mencaci maki saya, padahal saqya sedang sakit. Saran dari SPKT Polda Metro Jaya, saya harus melaporkan ke Komnas HAM.” Tutup Heru. (Guril)

Komentar

News Feed