Beranda Olahraga Penjualan Tiket Final Piala AFF Kisruh, Ketua Umum PSSI Dapat Kritikan Keras

Penjualan Tiket Final Piala AFF Kisruh, Ketua Umum PSSI Dapat Kritikan Keras

61
1
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi membuat terobosan dengan menjual tiket offline di markas Kostrad. Tapi bukan berarti bebas masalah karena sistem penjualan mendapat kritikan keras. Hal ini menyusul kisruh penjualan tiket final Piala AFF leg pertama antara Timnas Indonesia Vs Thailand yang akan digelar besok.

“Setelah terpilih Ketua Umum  PSSI sejak 10 November 2016, Saudara Edy Rahmayadi tidak menunjukkan kualitasnya mengelola sepakbola di negeri ini,” tegas Beny Badaru Ketua Bidang Pemuda Olahraga DPP Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), Beny Badaru, Selasa (13/12/16).

“Betapa tidak, hari ini kita dipertontonkan musibah saling dorong dan bahkan jatuh korban di depan markas Pangkostrad akibat desakan saat pembelian tiket nonton AFF final antara Indonesia vs Thailand yang akan digelar besok di Stadion Pakansari, Bogor,” sambungnya.

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Umum DPP HMPI Andi Fajar Asti menambahkan semestinya tingginya animo fans Timnas ini dihargai oleh pemerintah dengan menyiapkan sistem manajemen penjualan tiket secara profesional. Misalnya, seluruh tiket dijual secara online sebagaimana di negara-negara Eropa.

“Jadi penikmat bola tidak perlu harus antre ribuan orang bahkan harus menginap di depan loket penjualan tiket. Penjualan online tentu menjadi solusi terbaik karena orang bisa beli hanya dengan duduk di kamar terus buka situs lewat gadget, isi biodata, memakai KTP dan selesai. Apa bedanya beli tiket pesawat? Kan mudah aja,” ucapnya.

Dalam amanatnya, PSSI sebenarnya sudah melakukan penjualan lewat online tapi setengah hati. Semakin ironis, PSSI malah masih mewajibkan penukaran hasil pembelian online. “Ini kan kebuntuan berfikir menurut saya. Semestinya setelah pembelian online cukup dengan menunjukkan barcode lewat gadget, orang sudah bisa masuk stadion,” kritiknya.

Karena itu dia mengingatkan, sistem penjualan tiket ini harus menjadi perhatian serius jika memang PSSI ingin melakukan memperbaiki manajemen sepakbola Tanah Air.

“Kalau persoalan tiket saja sebobrok ini, jangan mimpi deh memperbaiki kualitas sepakbola kita. Bahkan jangan  pernah sejengkal mimpinya jadi tuan rumah Piala Dunia. Atau jangan-jangan menunggu pembekuan PSSI periode kedua. Semoga tidak, bravo Timnas. Salam dari penikmat bola Tanah Air yang kesusahan dapat tiket Final AFF Indonesia vs Thailand,” tutupnya.

Menanggapi kritikan tersebut, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, berjanji akan melakukan pendistribusian tiket yang lebih baik di masa akan datang.

“Tiket itu jumlahnya sesuai dengan kapasitas lapangan bola kita di Pakansari, Cibinong. Jumlah kapasitasnya hanya 30 ribu. Tapi saya melihat di internet ternyata yang mau menonton sampai 149 ribu. Tapi karena kapasitas yang sangat terbatas, apa boleh buat sehingga kita tidak siap untuk menjual,” kata Edy.

“Masalah penjualan tiket akan kami atur lagi secara profesional. Meski secara profesional apapun kalau kurang (tiketnya) orang pasti akan jadi marah. Tapi kami menghargai mereka yang sudah memakai atribut timnas, ” pungkas Edy. (Ahyar)

alterntif text

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY