Beranda Hukum Polri Istimewakan Ahok dan Diskriminasikan Buni Yani?

Polri Istimewakan Ahok dan Diskriminasikan Buni Yani?

92
0
BERBAGI
Neta s Pane
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan profesionalitas Polri dalam menangani kasus dugaan penistaan agama yang telah menyeret dua nama sebagai tersangka, yakni Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Buni Yani.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka atas pernyataannya soal surat Al Maidah ayat 51, yang diunggah Buni Yani lewat akun Facebook-nya. Sedangkan Buni Yani dijadikan tersangka lantaran penggalan video pidato Ahok yang diunggah, disertakan dengan menuliskan kata-kata yang diduga provokatif, lewat akun Facebook-nya.

“Aneh, justru Buni Yani ini didiskriminasikan dan dijadikan tersangka. Bahkan, Buni Yani malah sempat terancam hendak ditahan. Sementara Ahok, sebagai sumber masalah atau sumber perkara, seperti diistimewakan Polri,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada wartawan, Jumat (25/11/16).

Neta mengatakan, ada perbedaan mencolok dari segi penanganan kasus keduanya. Dalam kasus Buni Yani misalnya, tersangka yang disangkakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu, tidak dibuka secara luas dan transparan. Sehingga, publik pun tidak mengetahuinya secara luas dan menyeluruh.

“Mengapa Polri tidak memperlakukan kasus Buni Yani seperti kasus Ahok. Membukanya secara transparan, sehingga publik pun mengetahuinya secara luas dan menyeluruh,” ujarnya.

Atas sikap Polri ini, menurut Neta, akan menjadi sumber masalah baru, bahkan disebutknya aksi protes akan terus berlanjut.

“Sikap Polri yang mengistimewakan Ahok ini akan menjadi sumber masalah dan sumber kekacauan. Sebab, kecaman dan gelombang protes akan terus bermunculan. Akibatnya akan berdampak pada kredibilitas Presiden Jokowi,” papar Neta.

Saat ini, bola panas kasus Ahok tersebut sudah dilimpahkan Polri ke Kejaksaan. Sedang kasus Buni Yani masih berada di Kepolisian. (Ahyar)

alterntif text

LEAVE A REPLY