oleh

Prabowo-Sandi: Kami Hanya Ingin Berkuasa dengan Izin Rakyat

Jakarta, Akuratnews.com – Setelah menyerahkan berkas kelengkapan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), pihak KPU menyatakan pasangan Prabowo-Sandi sah telah mendaftar dan melengkapi pemberkasan tepat pada pukul 14.20 WIB.

Proses pendaftaran diakhiri dengan sesi foto bersama dengan pihak KPU dan partai politik pengusul beserta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Komisi II DPR RI, dan Kementerian Dalam Negeri.

Usai foto bersama, Pasangan Capres-Cawapres inipun melanjutkan kegiatan konferensi pers di lantai satu KPU. Dalam konferensi pers, Prabowo menyampaikan pidato yang berisi harapan dari seluruh kader partai politik Indonesia serta menitip masa depan Indonesia di pundak KPU. KPU harus menjaga keadilan, kejujuran, dan kebersihan daripada pemilu.

“Demokrasi menurut keyakinan kami semua adalah satu-satunya sistem pemerintahan terbaik yang pernah ada. Pergantian pemerintahan, pimpinan, apakah Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden, bahkan kepala desa sekalipun harus berjalan dengan aman, damai dan jujur. Apapun keputusan rakyat harus kita hormati. Karena itu masa depan bangsa ada dipundak KPU,” tutur Prabowo dalam pidatonya di Kantor KPU, Jumat (10/8/2018).

Terakhir Prabowo menutup pidatonya dengan mengatakan ingin berkuasa atas keinginan rakyat, atas izin rakyat dan untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia. Tidak lupa Prabowo juga mengucapkan terimakasih kepada pihak KPU.

“Itu tekad kami, hasrat kami. Terimakasih KPU atas jerih payah saudara-saudara,” ujar Capres 2019 ini.

Berikut isi pidato lengkap Prabowo:

Terima kasih atas perhatian saudara-saudara saya diberi kehormatan dan kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal. Yang pertama tentunya marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah YME untuk bisa melaksanakan tugas kita hari ini di KPU RI. Kita hari ini baru saja melaksanakan pendaftaran sebagai capres dan cawapres di mana saya Prabowo Subianto dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno dicalonkan, diusung oleh empat partai, PKS, PAN, Demokrat dan Gerindra dan didukung oleh partai Berkarya, yang dalam hal ini diwakili ibu Titiek Soharto.

Ada satu kejadian unik pada hari ini ada putri presiden pertama RI, putri proklamator kita, ada juga putri presiden RI yang kedua, ada juga dua putra presiden RI yang keenam. Ini kehormatan besar bagi saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih ke KPU yang bekerja keras.

Selagi saya menitip harapan seluruh kader dari semua partai, dari seluruh rakyat Indonesia, kami menitip masa depan Indonesia di pundak KPU. Demokrasi menurut keyakinan kami semua adalah satu-satunya sistem pemerintahan yang terbaik dari yang ada. Pergantian pemerintahan, pergantian pimpinan, apakah bupati, wali kota bahkan kepala desa sekalipun, gubernur, presiden harus berjalan dengan aman, damai dan jujur.

Apapun keputusan rakyat harus kita hormati, karena itu dalam hal ini masa depan nasib bangsa berada di pundaknya KPU, karena itu masa depan nasib bangsa berada di pundak KPU. KPU memiliki tugas yang berat kami mengerti. KPU harus menjaga keadilan, kejujuran, kebersihan daripada Pemilu. Pemilihan melalui kotak suara itulah kedaulatan rakyat saudara sekalian. Janganlah sekali-sekali kita menghina hak rakyat, jangan sekali-kali kita mencurangi rakyat, biarlah rakyat yang berdaulat dan menentukan nasibnya sendiri.

Apapun keputusan rakyat kami terima, kami hormat, kami hanya ingin berkuasa dengan izin rakyat, dan kami ingin berkuasa untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia. Kami ingin mengabdi supaya tidak ada orang miskin di Indonesia, dan tidak boleh ada orang lapar di Indonesia, tidak boleh ada keadilan tidak sampai ke seluruh rakyat Indonesia. Saya kira itu tekad kami, itu hasrat kami. Terima kasih KPU atas jerih payah saudara-saudara.

Terima kasih juga tidak lupa kami ucapkan. Terima kasih kepada semua pihak mengikuti perkembangan dari semua elemen agama, semua etnis, semua ras, semua suku, kita berjuang untuk NKRI, untuk Indonesia. Kita berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia apapun sukunya, kelompok etnisnya, kelompok agamanya, apapun rasnya, seluruh warga Indonesia, rakyat kita, akan kita bela akan kita perjuangkan hak-haknya. (Rhm)

Komentar

News Feed