Beranda Megapolitan Puluhan Proyek Pemprov DKI Jakarta Molor,  Kontraktor harus Diberikan Sanksi Tegas

Puluhan Proyek Pemprov DKI Jakarta Molor,  Kontraktor harus Diberikan Sanksi Tegas

92
0
BERBAGI
Direktur Center For Budget Analysis (CBA) ,Uchok Sky Khadafi
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Molornya puluhan  proyek dibawah tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD) Pemrpov DKI Jakarta yakni Dinas Perumahan dan Gedung Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan hingga kini masih menjadi sorotan dari berbagai pihak salah satunya dating dari Pengamat Anggaran Poltik dan Direktur Center For Budget Analysis (CBA) , Uchok Sky Khadafi, mengatakan ,banyak proyek yang belum selesai oleh SKPD  menandakan ada kejanggalan.

“Yang harus diselidiki oleh aparat Hukum seperti KPK,Kejagung, Polri.Tapi, akan lebih baik, auditor negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK ) juga melakukan audit investigasi atas molornya proyek ini,” kata Uchok kepada wartawan, Rabu (28/12).

Selain itu , kata Uchok, di satu pihak, DPRD DKI juga harus membentuk pansus untuk membongkar adanya keanehaan dalam proyek ini,” Jika ada proyek  yang dilihat  memiliki kejanggalan ,maka DPRD DKI  mempunyai hak sebagai  pengawasan., selanjutnya, kalau ingin melanjutkan proyek ini dengan waktu 50 hari, maka pihak kontraktor harus didenda,” tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik mengatakan pembangunan proyek rusun,sekolah dan rumah sakit tahun anggaran 2016  molor dari waktu yang ditentukan atau tidak sesuai perjanjian awal.Karena seharusnya pembangunan puluhan unit gedung yakni rusun,sekolah dan rumah sakit selesai pada tanggal 15 Desember 2016.

Dirinya menilai adanya ketidakberesan ,karena melihat kondisi dilapangan tersebut untuk sulit terselesaikan, bahkan banyak para kontraktor yang mengajukan perpanjangan  waktu hingga 50 hari kerja untuk menyelesaikan  proyek tersebut.Selain itu , proses pengerjaan baru mencapai 75 hingga 90 persen.Sehingga pihaknya meminta agar Badan Pemeriksaan Keuangan  untuk melakukan audit investigasi penyebab proyek APBD 2016 tersebut tidak selesai dengan perjanjian awal. (Ahyar)

alterntif text

LEAVE A REPLY