Beranda Nasional Rapat Duduki Gedung DPR dan Gulingkan Presiden Jokowi

Rapat Duduki Gedung DPR dan Gulingkan Presiden Jokowi

1 views
0
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Rapat-rapat yang mengagendakan makar yaitu menggulingkan Presiden Jokowi dengan menguasai gedung DPR diselenggarakan itu diselenggarakan di mana saja? Siapa politisi yang dimaksud yang menjadi peserta rapat-rapat itu?

Dua pertanyaan di atas akan diajukan Komisi III DPR dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian hari ini Senin (5/12/16), kata Bambang Soesatyo, Ketua Komisi III DPR.

“Pertanyaan lainnya adalah apakah indentita sosok-sosok petualang politik yang ingin melakukan makar itu sudah teridentifikasi? Kapan akan diumumkan kepada publik? Ketiga, bagaimana Polri akan memperlakukan para perencana makar itu, termasuk para peserta rapat. Berikutnya apakah pelaku hoax rush money itu memiliki keterkaitan dengan para peserta rapat yang merencanakan makar,” kata Bambsoet, nama alias dari Bambang Soesatyo.

Berikutnya, lanjut politikus Golkar itu, sudah sejauh mana penanganan atau penyelidikan terhadap aktor-aktor politik yang menunggangi aksi damai pada Jumat (4/12/16) yang berujung pada kerusuhan?

Ketua Komisi III DPR itu mengatakan, pertanyaan-pertanyaan itu penting, mengingat beberapa elemen masyarakat mengeluh karena situasi akhir-akhir ini dirasakan kurang kondusif. Pasalnya banyak pihak mengaitkan situasi tidak kondusif sekarang ini dengan cara polisi yang cenderung represif dalam menangani aksi damai Bela Islam jilid I, II dan III,” katanya.

Meski demikian, Komisi III DPR mengapresiasi Polri dalam waktu singkat menyelesaikan pemeriksaan dan melimpahkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok ke Kejaksaan Agung.

“Bola panas kasus Ahok tidak lagi di tangan kepolisian, namun Komisi III DPR RI tetap akan mempertanyakan kesiapan Polri dalam mengantisipasi keputusan akhir atas kasus Ahok yang dapat dipastikan, apapun keputusannya akan menimbulkan pro kontra di ruang publik.” (Maria)

alterntif text

LEAVE A REPLY