Beranda Kuliner Rumah Makan Pawone Cinsca Sudah Gunakan Layanan Go Food

Rumah Makan Pawone Cinsca Sudah Gunakan Layanan Go Food

199
0
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Inawati (33) tak ingin ketinggalan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi ia manfaatkan untuk menjalankan “bisnis rumahan”. “Rumah makan Pawone Cinsca” adalah nama usaha perempuan kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini. Rumah makan Pawone Cinsca yang terletak di komplek perumahan Harvest City, Cluster Diantus Blok DA 04. No. 6, Cileungsi Bogor, ini kini sudah mulai memafaatkan layanan go food.

Ina mulai merintis usahanya sejak 2012 silam. Berawal dari coba-coba, usaha kuliner ini kini tengah berkembang. Omsetnya sudah berada diangka di atas Rp. 1 juta-an setiap hari. Padahal, modal awal yang dia keluarkan hanya Rp 8 juta. Meski sempat dihantui rasa cemas karena dagangannya khawatir tidak laku saat menggagas bisnisnya, kini Ina mulai mudah tersenyum. Maklum, usaha yang dirintisnya sudah dapat dijadikan lahan penghidupan keluarganya.

Perkembangan usaha Ibu satu anak ini tak lepas dari kecakapan dia sendiri dalam membaca situsasi dan peluang di tengah-tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya internet. Dia ingin memanjakan masyarakat. Tak perlu susah payak masyarakat mendatangi Rumah makan Pawone Cinsca yang mengedepankan masasakan berkualitas ini. Kita cukup melakukan Pemesanan makanan lewat jasa go food. Layanan ini merupakan layanan pesan antar makanan yang sedang diupayakan oleh Ina. “Saya baru daftar go food,” kata Ina.

alterntif text

Menurut Ina, ada beberapa menu berkulitas pilihan yang dapat dipesan. Dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 15 ribu sampai 35 ribu, perut dipastikan kenyang. Beberapa menu makanan yang tersedia di warung kuliner Ina ini akan membuat kita ketagihan, terutama saat kita mencicipi Mie Godok, Sambal kemasan, sego godhok, mie godhok, mie goreng, nasi goreng dan masakan lainnya. Selain pembuatnya mengedepankan rasa dan kualitas serta mengindari kolestrol tinggi, menu masakan yang berada di rumah makan ini berciri khas masakan Jawa.

“Menunya memang Mama gak pakek kayak ampela kayak gitu. Menghindari kolesterol katanya. Kolestrolnya cuma sedikit. Orang-orang kan juga pada suka makan di sini,” katanya.

Menurut Ina, sebagian konsumen yang datang ke rumah makannya, selain menjajaki makanan yang sudah disediakan, mereka juga menyempatkan waktu untuk melihat proses masak dan pembuatan sambal.

“Kadang kan mereka masuk, pada suka masuk ngeliat cara Mama masak gimana. Manggilnya sih bude sama pakde kalau sama bapak. Ngeliat cara masaknya bikin sambelnya,” tutur Ina.

Ina tak masalah sebagian konsumennya melihat cara masak dan proses pembuatan sambal kemasan yang menjadi ciri khas rumah makannya. Toh, Ina yakin setiap tangan orang yang membuat suatu makanan dipastikan akan berbeda rasa. Menurut Ina, ada pelanggannya yang sudah membuat sambel kemasan sendiri tapi hasil racikan dia berbeda dengan sambel kemasan miliknya. Sambel kemasan Ina ini jual Rp 35 ribu perbotol.

“Jadi orang kalau beli di sini, makan sambel kayak gini ada yang sisa biasanya meraka minta di bungkus sih bawa pulang terus sama tambah nasi. Makanya bikin sambel kemasan karena banyak yang minta. Karena bapak kan gak pakek blender, itu diulek saja,” katanya.

Menurut Ina, rumah makan yang dirintisnya juga menyediakan Jasa Catering. Minimal pemesanan untuk catering 100 box dan harga tergantung daftar menu yang dipesan. Jasa catering yang dia sedikan bermacam-macam. Mulai dari catering acara ulang tahun, arisan, manasik haji maupun acara kantor lainnya.

“Kemarin ada yang nanya, mbak Ina bisa gak neh saya mau order neh buat manasik haji 2000 boks,” katanya.

Ina mengaku masih belum fokus pada bisnisnisnya 100 persen karena masih bekerja di sebuah perusahaan migas. Dia sudah mengakukan surat resign, tapi perusahan Migas yang kantornya berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, itu masih membutuhkan tenaga Ina. Ina yakin, usaha rumah makan dan cateringnya akan terus berkembang pesat jika saja dia lebih fokus pada usahanya.

“Saya yakin kalau saya konsen ke sini, saya konsen ke usaha ini bisa berkembang. Cuma selama ini saya kan masi kerja juga, masih nyambi. Saya yakin kalau saya kembangakan pasti akan bisa, karena waktu aja sih sebenarnya fokusnya saya aja. Apalagi kalau saya fokus di marketing di medsos segala macem. Tapi saya kan enggak ada. Kalau saya nanti ada, nanti saya mulai saya kembangkan, mulai bayar buat ini, buat ini, buat ini berani ngeluarin duit, buat itu terus keluar di medsos, saya yakin nanti pasti lebi rame,” senyum Ina dengan nada optimis.

LEAVE A REPLY