Beranda Internasional Rusia Anggap Langkah AS Tingkatkan Persenjataan Pemberontak sebagai Tindakan Permusuhan

Rusia Anggap Langkah AS Tingkatkan Persenjataan Pemberontak sebagai Tindakan Permusuhan

108
0
BERBAGI
alterntif text

Moskow, Akuratnews.com – Rusia mengatakan pada Selasa (27/12/16) bahwa keputusan Amerika Serikat melonggarkan larangan untuk mempersenjatai pemberontak Suriah telah membuka jalan bagi pengiriman rudal anti pesawat panggul, sebuah langkah yang dikatakan mengancam pasukan Rusia di Suriah.

Moskow tahun lalu meluncurkan operasi militer serangan udara di Suriah untuk membantu Presiden Bashar al-Assad dan pasukannya mengambil alih wilayah yang jatuh ke tangan pemberontak, beberapa dari mereka didukung oleh Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maria Zakharova mengatakan perubahan kebijakan melonggarkan larangan suplai senjata telah ditetapkan dalam RUU anggaran pertahanan Amerika yang baru, dan bahwa Moskow menganggap langkah tersebut sebagai tindakan permusuhan.

Presiden Amerika Barack Obama, yang mengkritik intervensi Rusia di Suriah secara tajam, mengesahkan RUU kebijakan pertahanan tahunan menjadi undang-undang pekan lalu.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Amerika, Mark Toner, mengabaikan tuntutan Rusia dengan mengatakan pemerintah tetap menolak penyediaan misil anti pesawat portabel, atau MANPADS, bagi kelompok oposisi Suriah.

“Posisi kami terhadap MANPADS tidak berubah. Kami memiliki kekhawatiran yang mendalam tentang persenjataan semacam itu masuk ke Suriah,” ujar Toner, merujuk pada kekhawatiran misil anti pesawat portable dapat jatuh ke tangan militan Islamis dan digunakan menyerang pesawat sipil.

Kesepakatan Pengesahan Pertahanan Nasional, disahkan menjadi undang-undang oleh Obama pada 23 Des, nampaknya dirancang untuk meredakan kekhawatiran pemerintah, namun memunculkan lembaran baru kekeliruan kongres terhadap keputusan presiden untuk menyediakannya.

Undang-undang melarang Kementerian Pertahanan Amerika membelanjakan dana untuk MANPADS bagi kelompok pemberontak Suriah, kecuali sekretaris negara dan pertahanan mengirimkan laporan ke komite kongres yang menjelaskan keputusan untuk melakukannya.

Laporan harus menyertakan kelompok mana yang menerima senjata tersebut, analisis intelijen terhadap kelompok, serta jenis dan jumlah MANPADS yang disediakan.

Moskow menyebut RUU itu menghapus pembatasan persediaan senjata semacam itu bagi pemberontak Suriah.

“Washington telah bertaruh dalam mensuplai bantuan militer kepada pasukan anti pemerintah yang tidak jauh berbeda dengan mesin pembunuh. Sekarang, kemungkinan mensuplai mereka dengan senjata, termasuk senjata anti pesawat portable, telah tertulis dalam RUU baru ini,” disampaikan Zakharova dalam sebuah pernyataan.

“Dalam pemerintahan Barrack Obama mereka harus mengerti bahwa senjata apa pun yang diberikan akan dengan cepat berakhir di tangan para jihadis,” imbuhnya, serta mengatakan bahwa mungkin hal itu memang apa yang diharapkan terjadi oleh Gedung Putih.

Keputusan Amerika adalah ancaman langsung bagi angkatan udara Rusia, bagi anggota militer Rusia lainnya, serta bagi kedutaan besar Rusia di Damaskus, ujar Zakharova.

“Oleh karena itu, kami melihat langkah ini sebagai tindakan permusuhan,”.

Zakharova menuding pemerintahan Obama mencoba “memasang jebakan” bagi pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump yang akan datang, dengan mencoba membuat pemerintahan yang baru meneruskan apa yang dirinya istilahkan sebagai “barisan anti Rusia” Washington.

Trump, selama kampanye pemilu mengatakan dirinya tertarik untuk mencoba memperbaiki hubungan dengan Moskow dan berbicara secara positif tentang kepemimpinan Presiden Vladimir Putin.

Pertukaran timbal balik antar Trump dan Putin tentang senjata nuklir pekan lalu menguji janji Partai Republik untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia.

Pemerintahan Obama dan kantor intelijen Amerika menuding Rusia mencoba mencampuri pemilu Negeri Paman Sam dengan meretas akun Partai Demokrat.

“Pemerintah di Gedung Putih saat ini berpikir mereka dapat menekan Rusia”, ujar Zakharova. “Kami berharap yang menggantikan mereka akan menjadi lebih bijak,”. (Farhan)

alterntif text

LEAVE A REPLY