oleh

Saat Yusril Kenang Presiden Soeharto

Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, bicara soal mantan Presiden RI ke-2, Soeharto alias Pak Harto.

Yusril, mengenang sikap kenegarawanan sosok Soeharto dalam video ceramahnya yang dipublikasikan melalui youtube pada 11 Juni 2018.

“Yasudah saya berhenti saja. Ril kamu urus, bagaimana (mekanisme-red) berhentinya,” kenang Yusril meniru ucapan mendiang Pak Harto kala krisis 1998.

Yusril menilai, sikap Pak Harto tersebut sebagai sikap pemimpin tegas dan berjiwa besar. Di tengah huru-hara yang terjadi saat reformasi akibat krisis, Pak Harto bersedia memenuhi tuntutan rakyat untuk mundur dari jabatan Presiden.

“Coba kalau Pak Harto itu seperti Hosni Mubarak (mantan presiden Mesir), coba kalau Pak Harto itu seperti Saddam Hussein (mantan Presiden Irak), coba kalau Pak Harto itu seperti Muammar Qoddafi, coba kalau seperti Basyir (Bassar al-Assad) yang sekarang ini ada di Syiria. Hancur Bangsa kita ini! Bagaimana pun, Pak Harto itu masih ada jiwa besarnya. Mau mundur tanpa pertumpahan darah,” urai Yusril.

Yusril juga menepis jika sosok Soeharto mutlak diidentikkan dengan pola kepemimpinan diktator. Yusril malah menyebut mendiang Pak Harto sempat berhasil membawa kemajuan bagi Indonesia dengan hutang yang tidak menggila.

“Dulu zaman Pak Harto, sebenarnya kita sudah naik. Pak Harto itu awalnya agak diktator memang, tapi sudah mulai tahun 85 ke atas Pak Harto sudah beda. Sudah pergi haji, sudah ngomong Islam terus. Nah, orang kan hidup berubah. Sayangnya kita krismon, 97. Berantakan kita,” kata Yusril.

Dalam kesempatan yang sama, Yusril juga menyebut tentang sosok pemimpin negara yang secara penampilan tampak luwes namun bisa bersikap diktator.

“Bisa aja tampangnya sederhana, tapi bisa jadi diktator,” ujar Yusril. (MDz)

Komentar

News Feed