oleh

Serentetan Kritik Mardani Ali Sera atas Insiden Berserakannya e-KTP di Jalanan Kota Bogor

Jakarta, Akuratnews.com – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya akan memanggil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta penjelasan terkait insiden beserakannya kartu e-KTP di Bogor.

Insiden tersebut, dipandang Mardani, bisa menimbulkan presepsi buruk pemerintah di kalangan publik jelang agenda maraton pemilu mendatang.

“Bila menganggap hal ini sepele, masyarakat bisa mencurigai ada motif apa jelang Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019,” kata Mardani melalui pesan whatsapp, Minggu (27/05/2018).

Selain berencana memanggil pemerintah ke DPR, Legislator F-PKS yang juga inisiator gerakan tagar #2019GantiPresiden ini mencatatkan tiga kritik serius atas insiden berserakannya kartu KTP-el di sebuah jalan di Bogor tersebut.

Berikut adalah rentetan kritik Mardani:

Pertama, menurut Mardani, ini merupakan bentuk keteledoran. “Pemerintah harus mengakui ini bentuk keteledoran. Di saat masyarakat banyak kesulitan dapat e-KTP tiba-tiba ada banyak e-KTP berserakan di jalan raya di Bogor,” ujarnya.

Kedua, berdasarkan penjelasan Dirjen Dukcapil bahwa yang berserakan tersebut merupakan e-KTP rusak, Mardani mengatakan, “Nah ini juga harus dijelaskan serius oleh pemerintah mengenai kebenarannya, karena setahu saya alat perekam dan pencetaknya ada di Kelurahan atau Kecamatan setempat,” ujarnya.

Selain itu, e-KTP itu beralamat pemilih Sumatera Selatan, sehingga perlu diaudit bagaimana e-KTP rusak punya Sumsel adanya di Jabar. Bukankah kalau ada kesalahan mestinya dihancurkan di tempat. “Dan untuk apa EKTP rusak dikumpulkan?” ungkapnya.

Ketiga, dalam situasi yang mendekati Pilkada serentak, kasus ini menimbulkan prasangka di kalangan masyarakat. Harus dilakukan investigasi dan audit menyeluruh. “Ini bukan masalah kecil” ujarnya.

Oleh karena itu Ketua DPP PKS ini meminta Kemendagri untuk segera melakukan penyelidikan yang berfokus pada audit dan transparansi. “Karena seperti diketahui fungsi e-KTP sangat vital jelang Pilkada/Pemilu,” ujarnya.

Mardani berhadap Kemendagri serius menyelediki dan menyelesaikan masalah ini, “Jika tidak ada keseriusan menyelesaikan temuan masalah e-KTP ini, jangan salahkan masyarakat akan menilai Kemendagri gagal menangangi bukti tercecernyae e-KTP” pungkasnya.

Sebelumnya, ramai diberitakan, sebuah karung berisikan e-KTP warga Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan warga di Jl. Salabenda, Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat pada Sabtu, 26 Mei 2018, siang. Atas instruksi Kapolres Bogor, jajaran Polsek Kemang pun segera terjun ke lokasi dan mengamankan TKP. (Mdz)

Komentar

News Feed