oleh

Sulitnya Medan Menjadi Alasan Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan

Simalungun, Akuratnews.com – Sulitnya medan untuk mengevakuasi korban menjadi alasan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk menghentikan proses pencarian kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara.

“Penghentian pencarian korban dilakukan karena sulitnya medan untuk mengevakuasi para korban di dasar Danau Toba pada kedalaman lebih dari 450 meter,” kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, keputusan penghentian ini sudah dimusyawarahkan dengan keluarga korban. Keluarga korban pun sudah ikhlas menerima keputusan tersebut.

“Kita kemarin sudah ada musyawarah antara Tim SAR Gabungan, keluarga korban, yang dimotori Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, bahwa korban sejumlah 164 orang itu akan diikhlaskan,” ujar Budiawan.

Usai dihentikan, sambung Budiawan, keluarga korban penumpang KM Sinar Bangun beserta Basarnas, pemerintah setempat akan melakukan tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal di perairan Danau Toba.

“Jadi sudah ada kesepakatan pembuatan monumen tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras dan juga pembuatan tanda di lokasi tenggelamnya kapal,” terangnya.

Seperti diketahui data terakhir dari Basarnas, 24 orang korban KM Sinar Bangun berhasil ditemukan usai kapal itu tenggelam di perairan Danau Toba. Tiga di antaranya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Selain korban yang berhasil ditemukan, masih ada 164 orang lainnya masih hilang. (Red)

Komentar

News Feed