oleh

Tidak Adil Dalam Pemberian Upah, Bank QNB Digugat Karyawannya

Jakarta, Akuratnews.com – Ketidakadilan dalam pemberian upah pekerja, membuat perseteruan berakhir di Pengadilan Hubungan Industrial.

Adalah PT Bank QNB Indonesia Tbk (Qatar National Bank) yang beralamat di QNB Tower, 18 Parc SCBD, Jalan Jenderal Soedirman Kav 52-53 Jakarta, digugat karyawannya ke Pengadilan Hubungan Industrial pada PN Jakarta Pusat.

Gugatan dilayangkan Fachrudin Saleh Rangkuti, biasa dipanggil Ali Rangkuti, warga Jalan Amil No.3 Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Gugatan telah didaftarkan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada PN Jakarta Pusat sejak 30 Mei 2017 dengan nomor 149/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.JKT.PST.

Sidang pun sudah berjalan beberapa kali. Hingga Kamis (31/8), sidang sudah memasuki tahap pengajuan bukti-bukti baik dari Ali Rangkuti selaku penggugat maupun PT Bank QNB Indonesia Tbk selaku tergugat.

Ali dengan didampingi kuasanya dari Serikat Pekerja Bank QNB Kesawan yaitu Minton dan Asep Supriyadi menjelaskan, gugatan itu dilayangkan lantaran PT Bank QNB Indonesia tidak membayar upah Ali selayaknya upah manager.

Padahal berdasarkan Surat Keputusan PT Bank QNB Kesawan nomor 217/SK-SDM/XII/2011 tanggal 29 Desember 2011, Ali ditugaskan sebagai Commercial Relationship Manager. Surat Keputusan itu diberikan kepada Ali dan berlaku sejak 1 Januari 2012. Sejak itu Ali melaksanakan tugas pekerjaannya sebagai Commercial Relationship Manager dengan hasil kinerja yang baik.

Target kerja Ali pun adalah target manager yaitu target kredit Rp40 miliar per bulan. Namun upah yang diterima Ali tidak sebanding dengan tugas dan pekerjaannya sebagai manager. Ali hanya terima upah sebesar Rp4.780.000, di mana upah tersebut adalah untuk posisi Senior Officer.

Padahal untuk posisi manager upah yang seharusnya diterima Rp25 juta per bulan. Selain kesenjangan upah, Ali pun mengalami kesenjangan pangkat. Pangkat Ali dengan posisi dan tugas kerja tersebut seharusnya manager. Kenyataannya pangkat Ali masih Senior Officer, tidak disesuaikan ke pangkat manager.

“Ini sih seperti memanfaatkan tenaga dan kemampuan saya. Pekerjaan manager tapi dibayar upah Senior Officer” keluh Ali kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/9).

Dengan upah Senior Officer sementara posisi dan tugas pekerjaan manager, dirinya sangat dirugikan sejak Januari 2012. Menurut Ali, akibatnya berdampak pada kerugian bonus kerja yang kecil, tunjangan hari raya (THR), uang pendidikan, tunjangan akhir tahun, uang pengganti cuti besar, jumlah hari cuti, jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan, fasilitas kesehatan keluarga dan hak lainnya.

Kasus perselisihan hak ini, lanjut Minton, sudah dimenangkan di tingkat mediasi dan sudah dikeluarkan anjuran oleh Mediator Hubungan Industrial Suku Dinas Ketenagakerjaan Jakarta Selatan dengan nomor anjuran 3673/-1.835.1 tanggal 19 September 2016.

“Eh.. ternyata PT. Bank QNB tidak mau melaksanakan anjuran tersebut. Padahal cuma kekurangan upah 5 bulan. Rupanya Bank QNB lebih memilih uangnya buat bayar pengacara ketimbang diberikan ke pekerja yang sudah mengabdi 9,5 tahun ini,” ujar Minton. (**)

Komentar

News Feed