oleh

Untuk Pertama Kalinya, Musisi Indonesia Disertifikasi

Bandung, Akuratnews.com – Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (Pappri) bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Lembaga Sertifikasi Profesi Musik (LSP Musik) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta DPD Pappri Jawa barat, menyelenggarakan uji kompetensi bagi para penyanyi dan pemusik se-Jawa Barat di kota Bandung.

Acara uji kompetensi yang digelar di Hotel Aston Tropica ini dibuka langsung oleh Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Badan Ekonomi Kreatif, Sabartua Tampubolon. Menurut rencana, acara tersebut digelar selama 3 hari, mulai hari Jum’at (11/5/2018) hingga Minggu 13/5/2018).

Meskipun acara sertfikasi bagi para penyanyi dan pemusik ini baru pertama kali digelar, namun antusiasme pesertanya tampak membludak. Sedikitnya, 140 penyanyi dan musisi se-Jawa Barat turut hadir dan terdaftar mengikuti acara tersebut.

“Kami besukacita pada hari ini, tadinya saya perkirakan pesertanya cuma sekitar 20 orang yang akan ikut uji kompetensi ini tapi ternyata mencapai 140 orang,” ungkap Sabar dalam sambutannya di hadapan awak media, Jumat (11/5/2018).

Sementara itu Dose Hudaya selaku Ketua DPD Pappri Jawa Barat mengatakan, pesertanya sebetulnya mencapai 175 orang. Namun karena ada perubahan jadwal sehingga yang lain berhalangan hadir. Karena ada yang keluar kota atau alasan pekerjaan yang lain.

“Kami memandang penting sertifikasi semacam ini, sebab ada beberapa contoh kasus seperti Bimbo ketika mau main di Denhaag Belanda mereka ditanyai sertifikasinya. Namun karena mereka tidak punya mereka tidak boleh tampil. Dan atas bantuan dari pihak KBRI di Belanda akhirnya mereka bisa tampil. Di Berlin begitu juga kasusnya,” tambah Dose.

Dalam sambutan lainnya, Direktur LSP Musik yang juga sekaligus menjabat Sekjen DPP Pappri Johnny W. Maukar mengatakan, “ Banyak musisi dan penyanyi kita yang bekerja di hotel-hotel di luar negeri disuruh pulang karena tidak memiliki sertifikasi profesi. Kemudian ada yang kerja di kapal-kapal pesiar suruh turun karena hal yang sama. Oleh karena itu, Sertifikasi Profesi di bidang musik ini menjadi sangat penting bagi para penyanyi maupun pemusik di Indonesia,” kata Johnny.

Sementara untuk teknis pelaksanannya nanti, para peserta akan diuji oleh para asesor (eorang yang berhak melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi) dan para ahli dibidangnya. Kemudian, hasilnya akan direkomendasikan kepada LSP3.

“Bagi yang lulus uji kompetensi, nantinya akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat ini nantinya ditandatangani oleh Ketua LSP Anang Hermansyah dan Pimpinan BNSP untuk pengesahan,” tambah Johnny.

Para assesor yang akan menguji diantaranya; Erens F Mangalo, Milla Rosa, Amiroez, Cindy Luntungan, Arce Rampengan dan lain-lain. Sementara yang menjadi ahli ada Oetje F. Tekol, Januar Ishak, Bertha, Dharma Oratmangun, Jimmi Manopo, Doddy Katamsi dan lain-lain.

Uji kompetnsi ini menurut rencana akan digelar di 5 kota di Indonesia, diantaranya; Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar dan Jakarta. Khusus di Jakarta, diperkirakan akan berlangsung pada bulan Juni 2018 dan menjadi momen peluncuran (launching) program Sertifikasi Profesi Musik ini.

Komentar

News Feed