oleh

Yusril Dorong Autopsi Jenazah Wartawan Muhamamd Yusuf

Jakarta, Akuratnews.com – Yusril Ihza Mahendra mendorong pihak berwenang melakukan autopsi terhadap jenazah wartawan Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf yang meninggal di Lembaga Pemasyarakatan Kota Baru, Banjarmasin pada 10 Juni 2018, lalu.

“Kematian Yusuf karena sesak nafas dan muntah-muntah, mestinya tidak cukup dijelaskan dengan visum sebagaimana dikatakan Kapolres Kota Baru,” kata Yusril seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu, (13/06/2018).

Autopsi, kata Yusril, “Akan membuka tabir misteri kematian (M. Yusuf). Kalau kematiannya wajar, maka masalah pun selesai,”.

Sebelumnya diberitakan, M. Yusuf yang berstatus sebagai tahanan Lapas Kotabaru, mengeluhkan sakit di dadanya sekira pukul 14.00 Wita, meski sempat dilarikan ke RSUD Kotabaru, nyawa M. Yusuf masih tak tertolong.

Statusnya sebagai tahanan Lapas, bermula dari pemberitaannya yang dianggap menghasut dan merugikan perusahaan kelapa sawit PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) milik Syamsudin Andi Arsyad (Haji Isam) di Pulau Laut, Kotabaru.

Berita itu, berujung pada jeratan pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan tuntutan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kematian Yusuf, terjadi sehari sebelum persidangan dengan agenda menghadirkan saksi meringankan dari pihak terdakwa, digelar. (MDz)

Komentar

News Feed