Kisah Pilu G30S PKI

10 Perempuan Tertuduh Pembunuh Para Jenderal

Jakarta, Akuratnews.com - Satu peristiwa kelam dari sekian banyak kisah di bangsa ini, Indonesia, adalah peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) yang gemparkan tanah air pada tahun 1965. Dari pembunuhan masal para jenderal hingga kaum perempuan anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) dan sebagian istri dari anggota PKI yang tak luput dari fitnah besar kala itu.

Dalam peristiwa berdarah itu, para jenderal dibunuh oleh orang tak dikenal dan Partai Komunis Indonesia (PKI) dituduh menjadi dalang akibat peristiwa kelam itu.

Pasca peristiwa pembantaian masal para jenderal yang mayatnya dibuang dan ditemukan ke lubang buaya, puluhan orang ditangkap dengan tuduhan PKI adalah dalang dibalik semua itu.

Terlepas dari siapa sebenarnya dalang dibalik pembunuhan para jenderal kondang kala itu, ada juga korban yang mungkin luput dari cerita sejarah yang kita tahu dari literasi yang banyak beredar.

Tuduhan sembarangan juga diberikan kepada kaum perempuan. Fitnah besar itu mengatakan mereka menari-nari seksual tanpa busana, memotong kelamin para jenderal, mencungkil matanya, lalu para jenderal mati dan jasadnya di buang ke Lubang Buaya.

Kaum perempuan yang dituduh ini beberapa dari mereka merupakan anggota Gerwani yang juga berperan dalam Barisan Tani Indonesia (BTI), beberapa juga dari istri yang suaminya anggota PKI.

Dikutip dari KabarLumajang dalam artikelnya berjudul "Akibat Peristiwa G30S PKI, 10 Perempuan Dituduh dan Jadi Korban Salah Tangkap Pembunuh Para Jenderal" pada 28 September 2020, dan dari buku Suara Perempuan Korban Tragedi 65’ yang ditulis oleh Ita F. Nadia, berikut ini 10 perempuan yang menjadi korban fitnah, penangkapan, penuduhan, hingga mengacak-acak tubuhnya dan membunuhnya dengan tidak manusiawi.

1. Rusminah – Istri Sekretaris CSS PKI

Rusminah, adalah seorang guru Sekolah Rakyat di Gurah, Kabupaten Kediri. Guru perempuan itu ditangkap pada 1 Oktober 1965 oleh para tentara yang juga mencari suaminya, seorang aktivis PKI.

Awalnya ia dibawa ke pos polisi di Gurah dan dimasukkan di sebuah ruangan kosong bersama tiga orang lainnya yang juga ditangkap.

Esoknya, ia dipindahkan di pos Kodim Kediri dan mulai diintrogasi untuk mencari keberadaan suaminya yang sudah pergi sepekan lalu, sejak tanggal 25 September.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Baca Juga