Kisah Pilu G30S PKI

10 Perempuan Tertuduh Pembunuh Para Jenderal

3. Yanti – Penjual Sayur dan Buah

Ditangkap saat berumur 14 tahun, kala itu Yanti masih bersekolah di SMP.

Suatu hari, ketika ia mengikuti pelatihan sukarelawan di kampung Lubang Buaya, Jakarta Timur, suara teriakan yang terasa pedih ditelinga, dan tembakan gencar dari senjata api yang membabi-buta itu dihambur-hamburkan ke langit.

Sepasukan tentara serempak menggerebek barak penginapannya saat pagi-pagi buta.

Ia dan perempuan lainnya digiring menuju tanah lapang. Mereka disuruh melepas baju, lalu dilepasnya baju itu tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh para wanita itu. Lalu dipukuli, para wanita itu diam saja. Kejinya, beberapa diantara mereka dipukuli dengan popor bedil yang diagung-agungkan tentara itu, dan disiksanya hinga berdarah, terjatuh, dan hanya bisa pasrah.

Kasus Yanti setelah itu tak pernah disidangkan. Bahkan dirinya harus dipenjara dan keluarganya dikucilkan masyarakat.

Bahkan, mimpi Yanti harus rela ia kubur karena masa depan perempuan malang itu dan lingkungannya telah hancur.

Yanti ini, sebenarnya ia ingin bertemu dengan keluarga almarhum jenderal-jenderal yang telah mati akibat peristiwa berdarah kala itu, dan akan menceritakan kepada mereka jika ia bukan pembunuh jenderal apalagi penyanyat kelamin mereka.

4. Maryati – Anggota Gerwani

Maryati adalah seorang anggota Gerwani sejak masih muda. Ia juga sebagai seorang guru diusianya 26 tahun, memiliki 2 orang anak dari pernikahannya dengan seseorang yang sama-sama memiliki cita-cita untuk bekerja bagi kaum tertindas serta miskin.

Oktober 1965, ia ditangkap. Berbagai siksaan dialaminya, tiga hari tak diberi makan ataupun minum, bahkan dengan kaki dan tangannya yang terikat ketat.

Sempat dipanggilnya ke Solo, dan dibebaskan dari penjara. Namun, rupanya ia lalu dibawa ke tangsi, lalu siang dan malam bukanlah milik seorang Maryati. Dimintanya setiap siang serta malam itu menjadi pelayan nafsu birahi para tentara itu.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Baca Juga