Vaksin Indonesia, Sebuah Tinjauan dan Telaah

AKURATNEWS - Tahap awal vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dimulai sejak Rabu, (13/1/2021) di istana Merdeka, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik Vaksin.

Presiden Jokowi divaksin Covid-19 oleh Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Prof dr Abdul Muthalib, SpPD-KHOM dengan Vaksin Sinovac.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan  tujuan utama vaksinasi di masa pandemi yakni untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity.

Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun. Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization).

Karena itu, untuk vaksin terhadap anak-anak belum diutamakan mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak.

"Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan," jelas Prof Wiku Adisasmito.

Ada 7 jenis vaksin yang digunakan di Indonesia yaitu Vaksin Sinovac, PT Bio Farma,Novavax, Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna,Sinopharm dan ada 4 tahapan vaksinasi yang dijalankan di Indonesia. Seperti yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diatur melalui Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Berikut rincian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia :

1. Tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021
Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani
pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan
Kesehatan.

2. Tahap 2 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021
Sasaran vaksinasi COVID19 tahap 2 adalah Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan public lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, penerima vaksin Covid-19 pada tahap 2 juga sasarannya termasuk kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih.

3. Tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022
Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek
geospasial, sosial, dan ekonomi.

4. Tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022
Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian
lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Menurut Data statistik vaksin virus corona (COVID-19) sampai dengan 25 Mei 2021, yang sudah diberikan vaksin lengkap sebanyak 10,2 Juta orang dengan dosis yang diberikan 25,8 Juta.

“Data yang akurat sangat penting dalam upaya penanggulangan COVID-19 dan formulasi kebijakan yang tepat untuk vaksin COVID-19. Karenanya kami sangat senang melihat laporan yang positif dari COVID-19 Symptom Survey yang menyatakan bahwa keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6% menjadi 19,2% selama periode Januari-Maret 2021 ini.

Hal ini menunjukkan bahwa program kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin ini berjalan dengan baik dan semakin tinggi pula motivasi masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan COVID-19,” tutup Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penulis: Irish
Editor: Redaksi

Baca Juga