oleh

11.233 Warga Binaan Pemasyarakatan Dapat Remisi di Hari Kemerdekaan

Medan, Akuratnews.com – Sebanyak 11.233 warga binaan pemasyarakatan di rutan se-Sumatera Utara mendapat remisi dari pemerintah melalui surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI. Secara simbolis, SK Remisi diberikan Pj Gubsu Eko Subowo kepada perwakilan warga binaan di Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Jumat (17/8/2018).

Pj Gubsu Eko Subowo pada kesempatan itu mengajak kepada seluruh warga binaan yang ada di Sumatera Utara untuk berlomba berkelakuan baik, guna memperoleh pengurangan masa hukuman (remisi). HUT Kemerdekaan RI setiap tahun dapat dimanfaatkan warga binaan untuk mendapatkan remisi.

“Setiap Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, negara memberikan remisi kepada warga binaan permasyarakatan yang merupakan bagian dari sistem pembinaan bagi warga binaan. Diharapkan kelakuan warga binaan semakin baik dan memperoleh reward, yaitu remisi,” ujarnya.

Gelora semangat untuk mengisi kemerdekaan, lanjutnya, tentunya harus menjadi milik segenap lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi para warga binaan pemasyarakatan.

“Senafas dengan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, maka pemerintah memberikan apresiasi terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik melalui remisi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Utara Drs Priyadi mengatakan bahwa, remisi yang diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantive sebagai upaya untuk restorative justice.

“Untuk memastikan bahwa negara hadir tidak hanya di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga di lembaga permasyarakatan,” ujarnya.

Dikatakan Priyadi, jumlah warga binaan di Provinsi Sumatera Utara pada saat ini 33.183 orang dengan kapasitas lapas dan rutan se Sumatera Utara 11.275 orang.

“Ini berarti kapasitas lapas dan rutan di Sumatera Utara overload sekitar 164 persen dari jumlah warga binaan yang ada di Sumut,” ujarnya.

Secara terpisah, Kalapas Klas IA Tanjunggusta Budi Argap Situngkir mengatakan, hingga kini blok napi korupsi diisi 74 warga binaan. Beberapa di antaranya mendapatkan remisi seperti Eddy Sofyan, Rahudman Harahap dan OK Arya Zulkarnain adalah tiga kepala daerah tingkat dua yang kini menekam di penjara Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan.

“Iya untuk 17 Agustus tahun ini, Ada lima napi yang mendapatkan potongan masa tahanan. Ada Eddy Sofyan yang mendapatkan 4 bulan remisi,” ujar Budi di Medan, Sabtu (18/8/2018).

Saat ditanya untuk remisi untuk mantan Walikota Medan Rahudman Harahap dan mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Budi belum bisa memberikan keterangan.

“Untuk Rahudman perkaranya pun masih ada ya dan OK Arya pada remisi kali ini masih belum. Karena ada 66 orang warga binaan yang belum memenuhi syarat. Dan rencananya waktu dekat ada yang dapat remisi juga ya,” tutupnya.

Seperti diketahui, Eddy Sofyan merupakan mantan Kepala Kesbanglinmas Sumut, mantan Pj Wali Kota Tebingtinggi dan Pj Walikota Pematang Siantar sebelumnya divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan pada Juni 2016 . Eddy Sofyan terlibat kasus Bansos Pemprov Sumut yang mengakibatkan negara alami kerugian Rp 2,2 Miliar rupiah Tahun Anggaran 2012-2013.

Sementara OK Arya Zulkarnain, mantan Bupati Batubara yang terlibat korupsi atas penerimaan fee sejumlah proyek di Batubara senilai 8 miliar dipenjara selama 5 Tahun 6 Bulan oleh Pengadilan Negeri Medan pada 26 April 2018.

Sedangkan Rahudman Harahap Mantan Wali Kota Medan periode 2010-2015, terlibat korupsi APBD Tapanuli Selatan mendapatkan hukuman penjara 4 Tahun atas putusan Mahkamah Agung. Selain itu Rahudman Harahap juga terlibat dalam kasus alih hukumannya bertambah 10 tahun. (Hsp)

Komentar

News Feed