Dari Rekonstruksi Penyerangan Nus Kei

12 Anak Buah John Kei Masih DPO

Jakarta, Akuratnews.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) menggelar reka ulang (rekonstruksi) tindak premanisme dan kekerasan yang dilakukan kelompok John Kei terhadap anggota kelompok Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Rekonstruksi penyerangan terhadap rumah Nus Kei pada Minggu (21/6) lalu mempergakan 43 adegan di lima lokasi berbeda. Lima lokasi tersebut yakni Kelapa Gading, Cempaka Putih, Cengkareng, Bekasi dan Cipondoh.

Dalam rekonstruksi tersebut, Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, ada 45 reka adegan dari lim TKP yang diperagakan. Mulai dari perencanaan yang di lakukan di Kelapa Gading hingga keberangkatan kelompok John Kei dari Arcici Spots Center di Cempaka Putih.

"Mereka berkumpul di Arcici untuk membagi tugas masing-masing dan mengunakan enam mobil berangkat menuju dua tempat yang berbeda," ujar Jean Calvijn, Rabu (24/6).

Calvin melajutkan, rekonstruksi ini fungsingnya untuk melihat secara detail fakta yang ada di lapangan dari hasil berita acara yang dibuat.

Dalam kasus ini Polda Metro Jaya sudah mengamankan 29 anak buah John Kei yang statusnya sudah tersangka.

"Kami masih mengejar 12 orang tersangka lagi saat ini yang masuk dalam daftar pencarian orang DPO," imbuh Calvin.

Adapun adegan rekonstruksi dimulai dari TKP pembacokan ER di Kosambi, Cengkareng. Kemudian dilanjut di perumahan Grand Lake City, Cipondoh. Anak buah John Kei masuk dengan empat mobil seraya menodongkan pedang samurai kepada satpam perumahan cluster Australia, Grand Lake City.

Satu mobil kemudian terparkir di depan perumahan untuk jalur keluar utara, dan satu mobil menunggu sambil mengamankan di jalur selatan atau luar pintu masuk.

Setelah berhasil masuk, tiga mobil lainnya yang bermuatan para tersangka langsung menuju rumah Nus Kei dan melakukan perusakan di luar dan dalam rumah.

Hingga akhirnya para tersangka meninggalkan rumah Nus Kei dengan menabrak pagar perumahan yang menyebabkan satu orang satpam terluka dan seorang pengemudi ojek online terkena tembakan.

Penulis: Suroso
Editor: Redaksi

Baca Juga