16 Miliar Uang Palsu Gagal Beredar di Surabaya

Para tersangka beserta uang palsu yang diamankan Polrestabes Surabaya.

Surabaya, Akuratnews.com - Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, menggagalkan peredaran 16 Miliar uang palsu, pecahan 100 ribu.

Setidaknya ada 6 orang yang diamankan, yakni Dani (35) warga Jl Kendung, Surabaya, Heri asal Jl Taman Pinang, Tangerang, Nistam (58) asal Jl Rawa Gabus, Kapuk, Tangerang, Umar (34) asal Jl Cakraningrat, Kaliwungu, Jombang dan Siswandi (53) asal Griya Permata Merie, Mojokerto.

Para anggota sindikat ini diamankan dari beberapa tempat berbeda di wilayah Jawa Timur, DKI Jakarta, serta Jawa Barat.

Dalam Konferensi Pers di Mapolrestabes Surabaya, Wakapolrestabes, AKBP Hartoyo mengatakan, awalnya pihak kepolisian menciduk Umar (34) warga Jl Kendung, yang berperan sebagai pengedar.

“Kami mendapat laporan masyarakat, setelah dilakukan penyelidikan, anggota kami dapat mengamankan satu tersangka, yang kemudian mengembang pada tersangka lainnya,” ungkapnya, Kamis (5/11/2020).

“Tersangka yang lainnya ditangkap di wilayah Jatim, Jawa Barat, dan Jakarta. Mereka mempunyai peran berbeda, ada yang mengedarkan, bagian produksi juga pendananya,” tambah Hartoyo

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Imam Subarkah, mengapresiasi pengungkapan kasus peredaran uang palsu tersebut, hingga pada jenjang produksinya.

“Kami sangat mengapresiasi pengungkapan uang palsu oleh Polrestabes Surabaya ini, dimana bukan hanya di tingkat pengedarnya saja, tapi hingga yang memproduksi dan penyandang dana,” katanya.

Imam Subarkah juga menegaskan, pihaknya siap membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus uang palsu tersebut, hingga di persidangan.

"Rupiah adalah simbol negara, jika dipalsukan, itu sama saja melecehkan negara. Kami juga siap menjadi saksi ahli, untuk membantu pihak kepolisian, mulai dari tahap penyidikan, hingga persidangan nantinya," tegasnya.

“Meskipun secara kasat mata terlihat mirip, namun dengan cara diterawang dan diraba sangat jauh berbeda. Uang asli mempunyai permukaan kasar merata, sementara Upal tidak,” imbuhnya.

Para tersangka ini dijerat Pasal 37 juncto Pasal 27 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang, dan diancam pidana selama 20 tahun penjara.

Penulis:

Baca Juga