2 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai

Jakarta, Akuratnews.com - Sebanyak 2 juta batang rokok ilegal dan 2.245 botol minuman beralkohol ilegal diamankan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI di Kantor Cabang Bea Cukai Marunda, Jakarta Utara, Selasa (02/10/2018).

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan pihaknya mendapatkan banyaknya beredar rokok import yang masuk secara ilegal selama kurun waktu dua tahun terakhir dan dimusnahkan secara simbolis.

"Barang-barang rokok dan miras ilegal ini secara simbolis kita musnahkan hari ini setelah ada keputusan pengadilan. Nilainya mencapai Rp 1,1 miliar dan pihak perusahaan kita kenakan denda Rp 4 miliar," ujar Heru, Selasa (02/10/2018) di Kantor Bea Cukai Marunda.

Ia menyebutkan ada dua orang tersangka yang sudah diamankan dan menjadi otak mengimport rokok ilegal tersebut dari berbagai negara dengan Singapura sebagai pusat transit.

"Hampir sebagian produsen lokal tembakau di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kita tidak hanya fokus di satu titik saja. Ada pengurangan dari 12,4% yang beredar menjadi 7,05% selama 2017-2018 menyelamatkan keuangan negara mencapai Rp 1,2 Triliun," tambahnya.

Sedangkan minuman beralkohol diamankan pihak Bea Cukai dari berbagai tempat di wilayah DKI Jakarta secara merata yang menjual secara illegal.

"Penerimaan bea cukai bea masuk dan bea keluar itu sesuai kita canangkan, masih trend bagus. Dari target bea keluar sebesar Rp 3 triliun sudah tercapai 4,2 triliun. Cukai vape dari tahun lalu Rp 35 miliar tahun ini bisa mencapai dua kali lipatnya," ungkap Heru.

Pihaknya juga menghimbau agar para produsen vape nasional perlu memesan pita cukai untuk yang dikonsumsi di dalam negeri. Sedangkan untuk yang diekspor tidak perlu membeli pita cukai.

"Ada rencana untuk mengekspor vape terutama ke negara-negara Eropa dan Asia. Dari Denpasar dan Sidoarjo baru dari 2-3 produsen. Vape Indonesia diminati oleh para viper internasional. Untuk keputusan cukai rokok akan diputuskan bulan Oktober ini dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, industri, petani, peredaran ilegal, dan revenue pemerintah," tandasnya. (Jar)

Penulis:

Baca Juga