21 Kepala Sekolah Penggerak di Matim Ikuti Koordinasi Teknis PSP Angkatan 2

Keterangan Foto: Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Rofinus Hibur Hijau, S.Pd., M.Pd foto bersama dengan Peserta Kegiatan Koordinasi Teknis Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 2 asal Kabupaten Manggarai Timur di Hotel Neo Aston || Foto: dok. PPO Matim.

AKURATNEWS - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), dampingi 21 Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak (PSP) di Matim mengikuti Kegiatan Koordinasi Teknis PSP angkatan 2 tingkat Provinsi NTT, di Hotel Neo Aston, Kupang, sejak hari Selasa, 15 Maret 2022 sampai hari Jumat, 18 Maret 2022.

"Kegiatan Koordinasi Teknis Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 2 ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Paud Dikdas dan Dikmen Kemendikbud Ristek RI," terang Kepada Dinas PPO Drs. Basilius Teto selaku penanggung jawab PSP melalui Sekretaris Dinas PPO, Rofinus Hibur Hijau, S.Pd, M.Pd, WhatsApp, Sabtu 20 Maret 2022.

Sekretaris Dinas PPO MATIM, Rofinus Hibur Hijau menerangkan bahwa kegiatan yang difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS), Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Ristek itu diselenggarakan dalam rangka menyamakan persepsi terkait pelaksanaan PSP angkatan 2 di tingkat Kabupaten/kota se-Provinsi NTT.

Ia menjelaskan, sebelumnya pada tanggal 14 Maret 2022, Dirjen Paud Dikdas, dan Dikmen telah menetapkan 6779 Sekolah Penggerak angkatan 2, "LKPPKSPS sendiri mempunyai sasaran 779 sekolah Penggerak tersebar di 41 Kabupaten/Kota masing-masing di Provinsi Maluku, Maluku Utara, NTT, Riau, Lampung, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung," terang Rofinus.

"Sekolah Penggerak yang telah terpilih, selanjutnya akan mendapatkan intervensi pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran kompetensi holistik, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah," jelas Sekdis PPO.

Sekdis PPO Matim juga menjelaskan Program Sekolah Penggerak merupakan upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

"Program Sekolah Penggerak bertujuan untuk menciptakan sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup aspek kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta non-kognitif (karakter) yang diawali dengan meningkatkan SDM (guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah) yang unggul," terangnya.

Ia mengatakan bahwa 21 kepala satuan pendidikan dari Manggarai Timur yang mengikuti kegiatan tersebut adalah terdiri dari kepala sekolah jenjang TK, SMP, dan SMA, "Peserta dari satuan pendidikan jenjang TK ada 1 orang yaitu Kepala Sekolah TK Negeri Lengko Elar," jelas Rofinus Hibur Hijau.

Kepala satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 7 peserta, terdiri dari Kepala SD Inpres Logo, Kepala SD Inpres Wae Ratun, Kepala SD Inpres Tenda Tuang, Kepala SD Inpres Nunur, Kepala SD Katolik Wae Rana, Kepala SD Katolik Wae Poang, Kepala SD Katolik Bugis.

Kepala satuan pendidikan jenjang Sekolah menengah Pertama (SMP) sebanyak 7 peserta terdiri dari Kepala SMP Negeri 2 Elar, Kepala SMP Negeri 5 Kota Komba, Kepala SMP Negeri 2 Lamba Leda, Kepala SMP Negeri 12 Borong, Kepala SMP Negeri 11 Lamba Leda, Kepala SMP Katolik Rosa Mistika Wae Rana, Kepala SMP St. Stanislaus Borong.

Kepala satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 6 peserta terdiri dari Kepala SMA Negeri 6 Elar, Kepala SMA Negeri 8 Poco Ranaka, Kepala SMA Negeri 8 Borong, Kepala SMA Negeri 7 Kota Komba, Kepala SMA Negeri 2 Lamba Leda, Kepala SMA Negeri 7 Borong.

Kadis PPO Matim melalui Sekdis Rofinus Hibur Hijau menjelaskan, "Setelah Rapat Koordinasi Teknis ini akan dilaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk Para Kepala Sekolah Penggerak Angkatan kedua di Kabupaten Manggarai Timur," jelasnya.

Adapun RTL itu akan dilaksanakan dalam beberapa bentuk kegiatan diantaranya yaitu, "Lokakarya Kurikulum Perencanaan Pembelajaran, Lokakarya Toleransi, Lokakarya Kepemimpinan Kepala Sekolah, lokakarya Pengawas Sekolah; Fasilitasi Kebutuhan Belajar dan Berbagi Praktik Baik (best practice) di Satuan Pendidikan," tutup Seksi PPO Matim itu.

Sementara itu, Kepala SMP Katolik Rosa Mistika Waerana, Suster Lusia Endu, S.Pd yang merupakan salah satu Peserta Rapat Koordinasi Teknis PSP angkatan 2 dari Manggarai Timur puas dengan penjelasan Narasumber kegiatan itu. "Semua program yang diajukan pemerintah sangat baik termasuk program sekolah penggerak," jelas Suster Lusia, via WhatsApp, Sabtu sore.

"Kami peserta Bimtek di hotel Neo sangat puas dengan penjelasan Nara sumber yang tersusun mulai dengan UU dan permennya," jelas Suster Lusia.

Menurutnya, materi yang dipaparkan oleh Narasumber tentang kelebihan maupun kekurangan PSP angkatan I akan menjadi catatan penting pada pelaksanaan PSP angkatan 2.

"Harapannya program ini berjalan lancar sesuai dgn visi misi pendidikan nasional yang dapat diterjemahkan oleh satuan pendidikan dengan keberadaanya," tutupnya.***

Penulis:

Baca Juga