Internasional

22 Tewas dan 1 Juta Orang di China Mengungsi Akibat Topan Lekima

Jakarta, Akuratnews.com - Setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka ketika Topan Lekima menghantam China.

Para pejabat setempat mengatakan kematian disebabkan oleh tanah longsor yang dipicu oleh badai. Sepuluh orang lainnya dilaporkan hilang.

Lekima mendarat pada Sabtu (10/08/2019) dini hari di Wenling, yang berada antara Taiwan dan ibu kota keuangan China, Shanghai. Badai itu awalnya disebut topan super, tetapi sedikit melemah sebelum melakukan pendaratan.

"Tanah longsor yang fatal terjadi di Wenzhou, dekat tempat badai itu jatuh," demikian laporan media pemerintah.

Lekima sekarang perlahan-lahan menuju ke utara melalui Provinsi Zhejiang, dan diperkirakan akan melanda Shanghai, yang memiliki populasi lebih dari 20 juta.

Petugas darurat berjuang untuk menyelamatkan pengendara sepeda motor yang terdampar akibat banjir dan mencari korban selamat di puing-puing bangunan yang rusak. Pohon tumbang dan pemadaman listrik tersebar luas.

Pihak berwenang telah membatalkan lebih dari 1.000 penerbangan dan layanan kereta dalam persiapan menghadapi badai. Shanghai Disneyland juga ditutup.

Badai diperkirakan akan semakin melemah pada saat mencapai kota, tetapi masih akan membawa risiko tinggi banjir yang berbahaya.

"Sekarang zona bencana terutama di zona integrasi desa-kota," kata Fu Songliang, kepala tim penyelamat untuk dinas pemadam kebakaran Kota Ningbo. "Ini adalah daerah dataran rendah. Ketika banjir dari daerah pegunungan bertemu dan mengalir, daerah-daerah ini terkena dampak serius."

Shanghai mengevakuasi sekitar 250.000 penduduk, dengan 800.000 lainnya di Provinsi Zhejiang juga diungsikan dari rumah mereka.

"Diperkirakan 2,7 juta rumah di wilayah itu mengalami mati listrik akibat angin kencang menjatuhkan kabel," sebut media pemerintah China.

Menurut kantor berita Xinhua, Lekima adalah topan kesembilan tahun ini.

Badan cuaca China menyebutkan, Lekima yang memiliki angin 187 km/jam ketika mendarat, bergerak ke utara pada kecepatan 15 km/jam.

Sebelum mendarat di China, Lekima lebih dulu menerjang Taiwan melewati Taiwan, menyebabkan beberapa cedera dan sejumlah properti rusak.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga