3 Petinggi KAMI Dikabarkan Ditangkap Polisi

Jakarta, Akuratnews.com - Sekretaris Komite Kerja KAMI Syahganda Nainggolan dikabarkan ditangkap polisi, Selasa (13/10) sekitar pukul 04.00 WIB. Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengaku terkejut mendengar kabar penangkapan tersebut.

"Saya sangat terkejut mendengar kabar bahwa subuh tadi sekitar jam 04.00-an telah terjadi penangkapan terhadap Bung Syahganda Nainggolan,” ujarnya seperti dilansir dari RMOL.id Selasa (13/10/2020).

ProDEM mendesak agar polisi membebaskan seluruh aktivis. Utamanya mereka yang bersuara kritis kepada penguasa. Sebab, pembungkaman semacam ini tidak lain mirip dengan gaya Orde Baru, yang cenderung diktaktor dan anti kritis.

“ProDEM meminta pihak kepolisian agar membebaskan seluruh aktivis dan menghentikan penangkapan-penangkapan terhadap aktivis karena bersuara kritis kepada penguasa,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat juga dikabarkan ditangkap oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri).

Seperti diketahui, Jumhur Hidayat merupakan petinggi KAMI ketiga yang ditangkap oleh polisi setelah Sekretaris Badan Pekerja KAMI Syahganda Nainggolan dan Deklarator KAMI Anton Permana.

Sekertaris pribadi Jumhur Hidayat, Wiwiek mengatakan, menurut keterangan orang rumah, sebanyak 30-an orang intel mendatangi rumah pukul 06:00 pagi tadi. Kata dia, mereka langsung membawa Jumhur dari rumah tak lama dari kedatangannya tersebut.

Dia mengaku belum bisa menghubungi Jumhur hingga saat ini. Sehingga dia belum bisa menjelaskan terkait apa penangkapan tersebut.

Dia hanya memastikan bahwa Jumhur tidak terlibat apapun dalam aksi penolakan UU Cipta Kerja yang berujung kisruh beberapa waktu lalu.

"Saya juga belum tahu kenapa bapak ditangkap. Bapak itu tidak terlibat apapun dalam aksi, bagaimana mau terlibat, orang bapak itu sedang sakit. Malah sudah mau operasi batu empedu" dikutip dari Law Justice.

Sebelumnya, Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Anton Permana ditangkap kepolisian terkait dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia dikabarkan ditangkap pada Minggu malam lalu (11/10).

Dengan demikian, sejauh ini telah ada dua petinggi KAMI yang ditangkap, yakni Anton dan Syahganda Nainggolan yang ditangkap pada Selasa pagi (13/10).

"Pak Anton Permana ditangkap pada Minggu malam kemarin. Kita sudah dampingi," kata Anggota Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani.

Ahmad Yani menjelaskan bahwa Anton ditangkap berkenaan dengan tulisan di akun Facebook pribadinya. Yani tidak menjelaskan apa isi tulisan yang dimaksud. Dia hanya mengatakan bahwa tulisan Anton telah dihapus sebelum kepolisian melakukan penangkapan.

"Menyangkut tulisan di Facebook. Seharusnya kalau menurut KUHAP dan berkaitan dengan UU ITE, pemanggilan dulu, bukan langsung ditangkap." kata Yani.

Sebenarnya, kabar penangkapan Anton diinformasikan oleh Syahganda Nainggolan lewat akun Twitter pada Senin kemarin (12/10). Namun sehari kemudian, giliran Syahganda yang ditangkap.

Yani mengatakan Syahganda dibawa kepolisian untuk diperiksa sejak pukul 04.00 WIB Selasa (13/10). Syahganda tidak didampingi kuasa hukum saat ditangkap petugas kepolisian.

"Kami belum tahu sangkaannya, tapi kemungkinan ya UU ITE karena yang menangkap itu Siber. Bareskrim Siber," katanya.

Baca Juga