343 Napi Donggala Kabur, Dirjen PAS Beri Waktu Seminggu Untuk Lapor

Konferensi Pers Tanggap Darurat Lapas Rutan, Pasca Gempa Palu, Kantor Ditjen PAS, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com
Konferensi Pers Tanggap Darurat Lapas Rutan, Pasca Gempa Palu, Kantor Ditjen PAS, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Pasca gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah (28/9) lalu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami meninjau langsung kondisi Lapas Palu.

"Kondisi Lapas dan Rutan Palu hancur akibat gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter tersebut," ujar Utami saat Konferensi Pers di Kantor Ditjen PAS, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Senin (01/10/2018).

Kata Utami, petugas Lapas Palu telah mengumpulkan penghuni Lapas di tengah lapangan saat gempa terjadi.

"Para Napi di Lapas Palu sebenarnya bisa dikendalikan awalnya. Namun akibat kerasnya gempa susulan dan melihat bangunan disekitarnya roboh, para Napi pun panik dan menyelamatkan diri dengan keluar dari lingkungan Lapas," tukasnya.

Kendati begitu, Utami mengatakan tidak semua Napi yang kabur meninggalkan Lapas. Ada juga yang memilih untuk bertahan.

"Hari Sabtu kami hitung 102 Napi perempuan anak dan Napi dewasa yang masih ada di Lapas. Tapi sampai Minggu kemarin, ada yang datang melapor," pungkas dia.

Terkait dengan kebakaran Lapas Donggala, Utami menjelaskan kejadian tersebut terjadi karena adanya Napi yang tidak sabar untuk keluar. Padahal menurut dia, saat itu petugas Lapas sedang mendata Napi yang semuanya akan diizinkan keluar.

"Sebenarnya sudah ada negosiasi. Diizinkan sedikit demi sedikit (keluar), untuk menengok keluarganya. Ada yang tak sabar menyulut kebakaran itu. Sekarang masih dalam penyelidikan," jelasnya.

"Dari 343 jumlah Napi di Lapas Donggala, kini semuanya kabur," tambah Utami.

Untuk para Napi yang kabur, Utami menuturkan Dirjen PAS akan membuka posko pendataan. Selain itu, ia bersyukur tidak ada korban jiwa akibat gempa dan tsunami tersebut.

"Kami akan segera membuka posko di Rutan dan Lapas. Kami beri waktu seminggu untuk melapor. Alhamdulillah tak ada Napi yang menjadi korban jiwa," imbuhnya. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga