36 Uskup di Indonesia akan Menghadiri Pentahbisan Mgr. Siprianus Hormat di Ruteng

Gereja Katedral Santa Maria Assumpta-St Yosep Ruteng, Keuskupan Ruteng. Foto: Istimewa.
Gereja Katedral Santa Maria Assumpta-St Yosep Ruteng, Keuskupan Ruteng. Foto: Istimewa.

Manggarai, Akuratnews.com - Pentahbisan Uskup, Keuskupan Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr., dijadwalkan pada tanggal 19 Maret 2020 mendatang. Pentahbisan itu rencananya akan belangsung di Gereja Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaca religi umat Katolik itu dihadiri oleh para Kardinal dan 36 Uskup yang ada di Indonesia.

“Selain Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San, Pr., dan Uskup Ende, ada sekira 36 orang Uskup yang siap hadir dalam pentahbisan ini. Uskup yang berhalangan kemungkinan akan mengutus Vikaris Jenderal (Vikjen) untuk hadir,” hal itu diungkapkan oleh Vikaris Jendral Keuskupan Ruteng Romo Alfons Segar, Pr dalam keterangan persnya di Keuskupan Ruteng, Selasa (25/02/2020).

Vikjen Keuskupan Ruteng sekaligus ketua pantian pentahbisan Romo Alfons Segar, Pr menjelaskan bahwa pentahbisan Uskup Ruteng itu mengangkat tema, "Perayaan iman umat Allah Keuskupan Ruteng dalam semangat Omnia In Caritale," jelas Ketupat pentahbisan itu.

Tema pentahbisan tersebut, "Menandakan bahwa pentahbisan Uskup ini bukan hanya sekadar perayaan liturgis biasa, melainkan perayaan iman seluruh umat Allah Keuskupan Ruteng," ungkap Romo Alfons Segar.

“Perayaan ini bertujuan meningkatkan dan meneguhkan iman yang utuh (holistik), dinamis dan transformatif di tanah Nucalale ini,” kata Romo Alfons

Karena itu, Romo Alfons menjelaskan bahwa upacara religi yang akan dilaksanakan itu hendaknya meresapi dan menyemangati seluruh pelayanan pastoral di Keuskupan Ruteng, “Tentu dalam kasih. Sehingga dalam momen itu, umat Allah Keuskupan Ruteng merayakan dengan penuh syukur dan sukacita,” imbuhnya.

Seluruh rangkaian kegiatan tahbisan Uskup Ruteng itu dikemas dalam rangka penguatan aspek spiritual umat. "Hal itu terungkap melalui pendasaran doa dan ibadat tahun penggembalaan sejak awal Januari 2020," ungkap Romo Alfons.

"Iman terwujud dalam pelayanan kasih bagi orang yang sakit, susah, miskin, dan menderita," tutur Romo Alfons Segar, Pr.

Karena itu panitia tahbisan merancang berbagai kegiatan sosial yang menembus sekat-sekat primordialis

"Bapak Uskup juga akan bertandang ke Pesantren di Reo dan Panti Muslim di Labuan Bajo. Panitia tahbisan juga merencanakan kegiatan baksos untuk orang sakit di tiga tempat di tiga wilayah Manggarai Raya, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat,” katanya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga