Lima Langkah Produktif Belajar dari Rumah

AKURATNEWS - Salah satu masalah yang terjadi dalam masa belajar dari rumah adalah istirahat di jam belajar, dan belajar di jam istirahat.

Misal, pada sesi pembelajaran IPA, kita mungkin tidak memperhatikan atau mengerjakan aktivitas yang diminta.

Apa akibatnya? Kita harus ‘membayarnya’ di jam istirahat kita, yakni saat kegiatan pembelajaran sudah selesai.

Untuk mengatasi masalah ini, kita harus mencoba untuk lebih produktif. Bagaimana caranya? Berikut ini merupakan 5 langkah menuju produktivitas yang dapat diterapkan selama masa belajar dari rumah.

Langkah-langkah berikut ini diambil dari buku, “Getting Things Done” karya David Allen (2003), pakar dari produktivitas personal. Simak penjelasannya.

Capture – Menangkap

Capture atau ‘menangkap’ merupakan langkah paling awal dalam untuk menjadi produktif belajar online dari rumah. Dalam tahap ini, kita akan menuliskan semua yang terlintas dalam pikiran kita. Ada baiknya hal ini dilakukan di pagi hari saat masih segar dan belum terlibat dalam banyak aktifitas.

Mengapa kita melakukan tahap ini? Karena otak kita tidak didesain untuk menyimpan informasi, tetapi untuk memunculkan ide. Itu sebabnya kita menulis semuanya.

Dalam masa belajar dari rumah, kita dapat menuliskan hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan di hari tersebut. Hal ini dapat dalam berbagai format. Misalkan, format top 3, yaitu hanya menuliskan hanya 3 hal saja. Ada juga format top 1, yaitu hanya 1 hal yang paling penting saja.

Tetapi, ada juga yang memilih untuk menuliskan semua yang terlintas dalam pikirannya. Bagaimana menemukan yang tepat untuk Anda? Yakni dengan mencobanya.

Clarify – Memperjelas

Clarify atau ‘memperjelas’ merupakan langkah dimana kita mencoba untuk membuat agenda atau goals yang ingin dicapai di hari tersebut dapat berorientasi pada tindakan (action-oriented). Hal ini sangat baik dilakukan tepat setelah kita menangkap hal-hal apa saja yang perlu dilakukan di hari tersebut.

Manfaat dari memperjelas agenda atau goals adalah mengejawantahkan apa yang ada dalam pikiran kita agar dapat dilakukan, tidak hanya diam di pikiran saja.

Di konteks pembelajaran online atau kelas online, contoh tujuan yang jelas seperti, “menyelesaikan PR Matematika di pukul 10.00.” Contoh tujuan yang tidak jelas, “Matematika.” Dalam contoh pertama, terlihat jelas tindakannya, yakni “menyelesaikannya.” Selain itu, ada juga target waktu pengerjaan, yakni pada pukul 10.00.

Agar memudahkan, berlatihlah untuk memikirkan tujuan yang mengandung kata kerja dan bersifat kuantitatif, atau dapat diukur, ketimbang kualitatif.

Organize – Mengatur

Organize atau ‘mengatur’ merupakan tahap dimana dari semua agenda yang sudah diatur, akan diurutkan sesuai dengan prioritas kepentingan atau kronologis waktu. Hal ini dapat dilakukan tepat setelah kita selesai dalam memperjelas tujuan-tujuan di hari tersebut.

Setelah kita berhasil mengatur setiap tujuan atau goal di hari tersebut, ini akan menolong kita untuk memiliki kejelasan antara hal yang penting dan tidak, serta yang mendesak dan tidak.

Secara konkrit, di masa pembelajaran jarak jauh ini, kita menulis agenda atau goals di tiap harinya berdasarkan kepentingan atau waktu.

Dalam hal kepentingan, dapat dikategorikan hal-hal yang sangat mendesak, mendesak, tidak terlalu mendesak, dan tidak mendesak.

Dalam hal waktu, dapat dituliskan agenda atau goals dalam setiap jam. Di kasus ekstrim, ada juga beberapa orang yang menuliskannya dalam tiap 30 menit atau bahkan 15 menit! Luar biasa, bukan?

Reflect – Merefleksikan

Reflect atau ‘merefleksikan’ adalah sebuah langkah dimana kita melihat dan mengatur kembali (jika diperlukan) agenda dan goals yang telah kita buat dan atur.

Ini dilakukan setelah hari sudah berjalan dan kita sudah mencoba melakukan agenda atau aktivitas yang sudah kita atur.

Mengapa ini diperlukan? Karena setelah menjalani hari, kita sadar mungkin ada hal-hal yang terlewat di tahap pertama tadi (capture), dan perlu dimasukkan segera di jadwal.

Untuk melakukan tahap ini, kita dapat mengalokasikan waktu di jam kosong atau jam istirahat. Misalkan, pada jam istirahat makan siang atau saat kegiatan pembelajaran sudah selesai.

Jika kita menggunakan agenda digital, maka tidak perlu menggunakan penghapus untuk menghapusnya karena dapat dilakukan secara digital.

Tetapi, jika menggunakan pensil atau pulpen, kita dapat menghapus atau sesederhana mencoret dan menggantinya dengan aktivitas baru.

Engage – Terlibat

Engage atau ‘terlibat’ merupakan tahap dimana kita benar-benar menjalankan atau menghidupi agenda atau goals yang sudah diatur.

Ini dapat diartikan kita menyelesaikan setiap agenda yang ada, mencoretnya jika sudah selesai, menggantinya jika diperlukan, serta beralih ke agenda yang baru setiap menyelesaikan aktivitas yang sebelumnya.

Dengan melakukan ini, kita akan mendapatkan sukacita saat melihat perencanaan kita berhasil diejawantahkan dan dilakukan.

Sebagai contoh, dalam agenda kita mungkin menuliskan: “mempelajari materi Matematika halaman 69-71.” Dalam praktiknya, kita harus mencoba semaksimal mungkin agar hal ini dapat diselesaikan (jika memang realistis).

Tetapi, bagaimana jika dilakukan? Cobalah untuk setidaknya menyelesaikan paling tidak 80% dari agenda atau goals yang sudah ditetapkan agar tidak membuat sia-sia proses yang sudah dijalani.

Dengan melakukan semua langkah ini, maka belajar dari rumah kita akan semakin produktif. Tentunya ini akan membuat kita semakin pintar dan mendapatkan hasil belajar yang baik, bukan? Jadi, tunggu apa lagi, segera mulai langkah satu dari sekarang.

Referensi Tambahan

Allen, D. (2003). Getting things done: The art of stress-free productivity. New York: Penguin.

Penulis: Irfan Yulianto
Editor: Ahyar

Baca Juga