50 Persen Tutup, Kowantara dan RumaTani Siap Bangkitkan Warteg Terimbas Pandemi

AKURATNEWS - Salah satu UMKM yang terkena imbas pandemi dan penerapan PPKM di Jawa-Bali adalah Warung Tegal (Warteg). Banyak warteg yang harus tutup saat penerapan PPKM ini. Tak tanggung-tanggung, 50 persen warteg di Jakarta harus tutup dan yang masih bisa bertahan, omzetnya anjlok hingga 90 persen.

“50 persen warteg di Jakarta tutup. Penyebabnya, mayoritas pelanggan warteg yang karyawan kantoran saat pandemi Covid-19 diharuskan bekerja di rumah alias Work From Home (WFH). Hal itulah yang membuat pelanggan warteg terus menurun drastis dan banyak yang tutup," ujar Ketua Umum Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni disela-sela acara 'Jumat Nikmat' bersama RumaTani di Jakarta, Jumat (27/8).

Namun komunitas warteg binaan Kowantara tak melihat hal ini sebagai kendala untuk berbuat baik. Mereka pun turun ke jalan turun ke jalan untuk berbagi nasi bungkus bagi masyarakat sekitar wilayah Mampang, Jakarta Selatan yang dikemas dalam acara 'Jumat Nikmat'.

"Kami percaya, kalau kita nolong orang, maka Allah akan nolong kita, Nabi juga bilang gitu, yang mempermudah urusan orang akan dipermudah urusannya oleh Allah," ujar Mukroni lagi.

Dalam program ini Kowantara mendapat dukungan RumaTani, sebuah perusahaan rintisan berbasis aplikasi yang juga turut peduli dengan UMKM khususnya warteg dan bisnis F&B.

“Diluncurkannya gerakan 'Warteg Jaya Kembali' dan 'Jumat Nikmat' ini bukan sekedar seremoni berbagi bagi masyarakat, kami ingin sekali membantu bisnis warteg yang termasuk sektor UMKM agar tetap bisa eksis di masa pandemi ini,” ujar Chief Brand Officer Ruma Tani, Adhinugraha.

Roda perekonomian Indonesia dikatakan Adhi, bukan hanya digerakkan perusahaan-perusahaan besar saja. UMKM justru sebenarnya salah satu pilar utama dalam menggerakkan perekonomian Indonesia dan terbukti berhasil bertahan ketika krisis ekonomi terjadi.

"Oleh karena itu, Kowantara dan RumaTani optimis, UMKM bisa bangkit di situasi pandemi yang masih berlangsung. Kuncinya saling membantu. Perusahaan besar membantu UMKM, nantinya UMKM itu juga akan berimbas pada perusahaan-perusahaan besar,” pungkas Adhi.

CEO RumaTani, Edwin Rahmat menambahkan, tak berhenti sampai di situ. RumaTani bukan hanya mendukung UMKM secara sosial saja, tetapi juga berkomitmen memberikan layanan pemenuhan kebutuhan UMKM yang maksimal, mulai dari supply bahan baku yang berkualitas, harga yang terjangkau, pengiriman yang fleksibel, pelatihan, bahkan permodalan hingga ratusan juta bagi UMKM, dan masih banyak lagi.

"Dengan berbagi dan berkolaborasi, roda ekonomi ibu pertiwi dapat bergerak dan terus melaju walaupun di tengah pandemi," ujar Edwin Rahmat.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga