69 Kasus Covid-19, Freeport Diminta Tutup

Jayapura, Akuratnews.com - Pemerintah Provinsi Papua menyatakan dukungan kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika menutup sementara areal pertambangan PT Freeport. Hal ini imbas penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah tersebut.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menjelaskan, penutupan sementara areal pertambangan tersebut cukup tepat, mengingat sudah ada 69 kasus Covid-19 di perusahaan tambang tersebut.

"Kami mendukung Pemkab Mimika meminta kepada Presiden soal penutupan sementara operasi pertambangan. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran yang lebih luas lagi di Kabupaten Mimika," kata Klemen, Senin (11/5).

Klemen juga meminta PT Freeport menjalankan protokol kesehatan di areal pertambangan.

"Peralatan kesehatan yang sudah ada agar bisa digunakan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh karyawan (PT Freeport). Dan saya juga minta seluruh karyawan tidak boleh keluar dari areal tambang sampai semuanya selesai diperiksa dan dinyatakan bebas dari virus," ujarnya.

Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penutupan sementara aktifitas di area tambang PT Freeport Indonesia.

"Kami akan menyurat ke presiden dan semua (menteri terkait) di sana bahwa kami mau kasih berhenti sementara Freeport," kata Eltinus dalam keterangan tertulisnya.

Eltinus menyebut, surat yang akan dikirim ini dibuat berdasarkan kesepakatan dari eksekutif dan juga legislatif di Kabupaten Mimika.

Penutupan sementara aktifitas di PT Freeport Indonesia itu, menurutnya, merupakan salah satu cara memutuskan rantai penyebaran virus Crona di wilayah tersebut.

"Kalau mau putus rantai virus corona, maka Freeport itu harus kasih berhenti, tidak boleh mereka kerja. Harus mereka berhenti 14 hari atau satu bulan," ujarnya.

Hal ini juga dilakukan mengingat banyak pekerja di Tembagapura dan tentunya sangat beresiko terpapar karena aktifitas yang tidak pernah berhenti.

"Menyangkut nyawa manusia sehingga kami mohon arahan dari Presiden," pungkasnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga