700 Relawan Ambil Bagian di World CleanUp Day 2919 Bersama Lions

Para Pelaku World Cleanup Day 2019 yang terdiri dari tiga pilar (Pemerintah, Swasta dan Masyarakat) turut ambil bagian dalam kegiatan WCD 2019 yg kali ini dipusatkan di Taman Mangrove Jakarta Utara.

Jakarta, Akuratnews.com - Sebanyak 700 relawan dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) 2019, yang diselenggarakan di Taman Wisata Alam Mangrove, Pluit Jakarta Utara. Dengan antusias para relawan memungut dan memilah sampah untuk selanjutnya di timbang dan diserahkan kepada bank sampah untuk didaur ulang menjadi produk bermanfaat yang dapat digunakan kembali.

Sejatinya, Aksi Bersih Bersih yang dilaksanakan di 5 (lima) wilayah DKI Jakarta ini melibatkan 5.000 relawan, sedangkan untuk di Taman Wisata Alam Mangrove diikuti oleh sekitar 700 relawan, terdiri dari Anggota Lions Club & Leo 100 relawan, Gerakan Pramuka Kwarda DKI Jakarta 100 relawan, PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk 100 relawan, PT. Unilever Indonesia Tbk 50 relawan, PT. Sampoerna 100 relawan, Relawan Online 17 relawan, ISS Cleaning 65 relawan dan Masyarakat umum sebanyak 168 relawan.

Ketua Panitia WCD Aksi Bersih Bersih DKI Jakarta Li Hoa mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemprov DKI, Dinas Lingkungan dan Kebersihan, yang telah mendukung dan berperan serta dalam kegiatan WCD 2019.

"Semoga kegiatan ini bisa mewujudkan Indonesia bersih serta menjadi contoh positif bagi kegiatan-kegiatan selanjutnya khususnya di lingkungan Pemprov Jakarta," ujarnya, (21/9).

Menyambut Ketua Panitia, Gubernur Perkumpulan Lions Club Indonesia Distrik Lions Club 307 A-1, Anwar Budiman mengatakan, di Indonesia pada tahun 2019 kegiatan ini dilaksanakan di 34 provinsi Indonesia secara serentak dengan melibatkan lebih dari 13 juta relawan dan merupakan Cleanup kedua yang dilaksanakan.

"Kita dapat hadir berkumpul di taman wisata mangrove untuk melaksanakan kegiatan aksi bersih-bersih yang diselenggarakan di 158 negara dunia," katanya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Oswar Muadzin Mungkasa mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini menciptakan Champions, di mana komitmen pemerintah di Pemprov DKI tidak perlu diragukan lagi dalam mendukung kegiatan memerangi sampah. Hal itu dapat dibuktikan dengan hitungan para dinas yang terlibat dalam setiap moment kebersihan.

"Kita patut bangga tahun lalu Indonesia paling banyak relawannya. Tahun ini kita targetkan Indonesia 13 juta orang (relawan) atau sekitar 5 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Kita mengucapkan apresiasi kepada panitia, pendukung dan relawan sehingga acara ini berlangsung. Baik kita dari Pemprov DKI sangat bangga dilibatkan bersama dalam menanggulangi masalah sampah di Jakarta," imbuhnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), M.R Karliansyah berujar, untuk apresiasi yang pertama disampaikan kepada lions club' yang telah memperkaya kegiatan ini. Ini kegiatan dunia akhirat, karena masalah sampah sudah menjadi masalah internasional.

"Kami secara terus menerus dalam melakukan evaluasi selama tiga tahun sungguh memprihatinkan. Rata-rata menghasilkan sampah di laut per tahun sekitar 1,2 juta ton, dimana, permeter persegi sekitar 106 gram paling banyak plastik. Masalahnya kita belum terbiasa memisahkan mana yang organik dan tidak. Pointnya gerakan bersama tidak mungkin pemerintah sendiri dan masyarakat, tetapi perlu dilakukan bersama. Regulasi sudah cukup ada, tinggal bagaimana kita melaksanakan," ujarnya.

Direktur Utama PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, Edi Rifai mengungkapkan, tahun 2019 ini pihaknya turut hadir dalam melakukan clean up ke 4, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sejalan dengan moto perusahaannya yakni "Ayo Kita Pilah Sampah", menjadi tanda bagi perusahaan untuk mengajak masyarakat peduli terhadap masalah sampah.

"Sampah yang dikumpulkan sudah dipilah yang selanjutnya diserahkan ke bank sampah. Misi kita zero to run field. Harapan kami dengan dilakukan awareness ini, memberikan dampak positif untuk memilah sampah dari rumah. Ayo kita pilah dari rumah untuk memudahkan proses selanjutnya," ajaknya.

Mantan Gubernur Distrik Lion Club' yang juga anggota DPD terpilih periode 2019-2024 Sylviana Murni, menegaskan kegiatan WCD menjadi momentum strategis dalam tiga pilar berkolaborasi antara lain, pemerintah, swasta dan masyarakat. Lions club' dalam hal ini menjadi bagian dari masyarakat dalam lembaga pengabdian. Dirinya menilai agar kolaborasi ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Dalam berbagai aspek untuk lingkungan hidup ini harus terus bergerak. Bukan hanya bagaimana membersihkan sampah lingkungan, tetaapi perilaku dan nilai ekonomis bisa berdampak yang membuat masyarakat lebih sejahtera.

"Bagaimana bank sampah nanti bisa dikelola menjadi nilai ekonomis. Saya menjadi tanggung jawab yang lebih dalam menjaga lingkungan (setelah terpilih). Kepedulian masyarakat perlu diperbaiki. Bukan hanya sekedar bagaimana bagian depan kota jangan sampai kotor. Jadikan semua di depan sehingga seluruhnya bersih. Pendidikan sejak dini perlu digaungkan dalam menjaga lingkungan," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga