81 Napi Yang Diasimilasi di Lapas Kelas II A Kendari, Tak Ada Napi Korupsi

Ilustrasi
Ilustrasi

Kendari, Akuratnews.com - Untuk mencegah penyebaran virus corona (covid 19) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan program asimilasi kepada para narapidana. Seperti santer diwacanakan dan menjadi perdebatan adalah siapa saja yang dibebaskan atau diberikan asimilasi sesuai dengan kebijakan tersebut.

Hal itu membuat spekulasi berbagai pihak yang menolak napi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk ikut dibebaskan. Tidak terkecuali di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) perdebatan tersebut kerap terjadi baik melalui diskusi langsung maupun di media sosial

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari, Drs Abdul Samad Dama,M.SI menegaskan tidak ada asimiliasi bagi narapidana Tipikor di lembaga yang dipimpinnnya.
Asimilasi hanya diberikan kepada napi yang tidak termasuk dalam dalam PP nomor 99 tahun 2012.

"Memang betul bahwa sejak Rabu, 1 April 2020 lalu, ada narapidana yang kita keluarkan untuk menjalani asimilasi di rumah. Tapi mereka yang diasimilasi itu yang memenuhi syarat,"ujar Samad.

Napi yang diberikan asimilasi harus memenuhi tiga syarat utama yakni tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 99 tahun 2012. Yang kedua, telah menjalani dua pertiga masa hukuman sampai 31 Desember 2020, yang ketiga mereka sudah menjalani setengah masa pidana.

Hingga Sabtu, 4/4/2020, sekitar 60 napi yang diasimilasi diluar lapas. Pada hari ini lanjutnya, Senin, (6/4/2020) Lapas Kendari kembali mengasimilasi 21 orang lagi. Berdasarkan syarat tersebut maka yang diasimilasi sebanyak 81 orang saja.

Terkait satu orang yang dibebaskan pada Jumat (3/4/2020) lalu dikarenakan napi tersebut sudah habis masa tahanannya alias bebas murni.

"Tidak benar napi tipikor dikeluarkan, dan di seluruh Indonesia, tidak ada napi tipikor yang dibebaskan untuk diasimilasi di luar lapas," ungkapnya.

Adapun pendapat bahwa mereka yang diasimilasi bisa bebas semaunya dibantah Ka Lapas. Menurutnya, Mereka tidak boleh keluar rumah dan mereka pun diawasi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

"Kami minta alamat sekaligus nomor hp nya agar mudah terkontrol," jelasnya.

Untuk mencegah Covid -19 di Lapas utamanya bagi pegawai Lapas Kelas II A Kendari, mereka diharuskan melalui protap yakni disiapkan tempat cuci tangan, melalui bilik sterilisasi dengan menggunakan cairan anti septik dan diperiksa suhu tubuhnya.

"Langkah yang dilakukan untuk mencegah penularan covid 19, kami juga meniadakan kunjungan secara langsung sejak tanggal 21 Maret 2020, mereka yang membesuk dibolehkan melalui video call saja,"tandasnya.

Samad juga menghimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai covid-19 tersebut.

Penulis: Nazarudin

Baca Juga