Abdul Rahim Siregar : Gubernur Harus Segera Selesaikan 5 Masalah Kronis Di Sumut

Medan, Akuratnews.com – Anggota DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar meminta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, harus menjadi Nakhoda unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk dapat terus bersinergi, terutama dalam menyelesaikan 5 masalah krusial yang terjadi di daerah ini. Mulai dari wabah virus hog cholera babi, mercuri di Madina, kondisi keamanan , merajelanya Narkoba dan Sengketa Pertanahan/agraria.

Hal itu disampaikan Abdul Rahim Siregar disela-sela Rapat Kerja DPRD Sumut di Sibolangit beberapa hari yang lalu.

“Ada 5 masalah kronis saat ini, harapan saya Saudara Gubernur untuk segera mengambil langkah-langkah Strategis dan taktis,” ujar Abdul Rahim Siregar, yang pernah menjadi Sekretaris DPW PKS Sumut

Terkait persoalan wabah virus hog cholera babi, menurut Anggota Dewan dari Fraksi PKS ini menambahkan, perlu tindakan segera dan keterlibatan semua pihak, agar penyebaran wabah ini tidak semakin meluas.

"Perlu dilakukan penyuluhan kepada para peternak, vaksinasi ternak, pengawasan lalu lintas ternak hingga penindakan terhadap peternak yang membuang bangkai babi sembarang ke sungai dan bebagai tempat lainnya" ujar Rahim.

Tndakan tegas terhadap para peternak yang membuang bangkai babi ke sungai, menurutnya perlu dilakukan untuk memberikan efek jera.

"Apalagi, hal tersebut telah menimbulkan kerugian dan keresahan di tengah masyarakat. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan perlu berkoordinasi dengan Kemeterian terkait dan aparat penegak hukum" tegasnya.

Selain itu, Abdul Rahim Siregar yang berasal dari Dapil Sumut 7 ( Padangsidempuan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Paluta dan Palas) juga menyinggung tentang kandungan mercuri di aliran sungai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang duga disebabkan oleh tambang emas illegal sepanjang aliran sungai di daerah tersebut. Mercuri merupakan zat kimia berbahaya yang membahayakan kesehatan masyarakat.

"Dan ini adalah tangggungjawab moral saya sebagai perwakilan DPRD mewakili Tabagsel agar pihak dinas terkait dan kepolisian untuk bertindak tegas terhadap Perusahaan Illegal sepanjang sungai yang melakukan penambangan Emas. Dan Awal Desembar 2019 saya akan langsung meninjau kelapangan saat Reses DPRD Sumut" ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Abdul Rahim Siregar yang juga Anggota Komisi A meminta agar kondisi keamanan di Sumut ditingkatkan apalagi pasca bom bunuh diri Polresta Medan, begitu juga kondisi aman di Malam hari hingga waktu subuh dimana begal masih acap kali bereaksi, yang mengakibatkan korban masyarakat yang tidak bersalah.

Juga terkait Persoalan merajalelanya Narkoba di Sumatera Utara juga harus di tangani lebih serius oleh semua pihak khusus Pemerintah Provinsi, BNN dan Kepolisian Daerah Sumut, karena Pemerintah Pusat juga menyatakan bahwa Indonesia sudah kategori Darurat Narkoba, karena keberadaan Narkoba mengancam Generasi Muda/Millenial saat ini.

Ketika ditanya tentang Persoalan Pertanahan di Sumatera Utara, Rahim mengatakan, sudah saatnya kedepan kita mengedepankan pendekatan hukum dan humanis dalam menyelesaikan sengketa tanah, baik tanah ulayat/adat, grand Sultan maupun tanah eks PTP. Jangan ada lagi bentrok dan korban jiwa saat menyelesaikan persoalan pertanahan ini.

Abdul Rahim Siregar yang juga Ketua Forum Masyarakat Dalihan Natolu ( FORMADANA ) Tabagsel kembali mengingatkan dan meminta agar 5 Persoalan/masalah Kronis Sumut ini agar Gubermur Sumatera Utara ini mengambil langkah-langkah Konkrit dan Solutif.

Baca Juga