Ace Hasan Prihatin Terkait Masjid Yang Terpapar Paham Radikalisme

Jakarta, Akuratnews.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menyatakan khawatir dan prihatin adanya laporan bahwa ada sejumlah masjid di kementerian, lembaga, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpapar paham radikalisme.

Menurutnya, seharusnya masjid menjadi tempat pembinaan Islam yang memperkuat spiritualitas umat Muslim.

“Tentu kami sangat khawatir dan prihatin. Masjid di kementerian, lembaga pemerintahan dan BUMN, seharusnya selain menjadi tempat beribadah bagi karyawan yang beragama Islam, juga menjadi tempat pembinaan Islam yang memperkuat spiritualitas,” kata Ace di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Hal ini diungkapkan Ace menyusul laporan Badan Intelejen Negara (BIN) bahwa ada beberapa masjid di kementerian, lembaga, dan BUMN yang terpapar paham radikalisme.

Ace menambahkan, fungsi masjid selain sebagai sarana pelaksanaan ibadah, juga berfungsi memperkuat wawasan kebangsaan dan ajaran Islam yang menekankan sebagai rahmatan Lil alamin. “BUMN ini milik negara, maka seharusnya pembinaan yang dilakukan adalah memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Itu seharusnya menjadi perhatian,” tuturnya.

Legislator Dapil Banten itu mengungkapkan, dengan munculnya kasus ini, berarti ada yang salah dengan pengelolaan masjid.

"Kementerian dan BUMN sudah saatnya berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan organisasi keislaman seperti MUI, NU, Muhammadiyah turut terlibat dalam mengelola masjid itu, termasuk DKM, Khatib, pengajian dan amaliah lainnya," pintanya.

Meski demikian, Ace mengingatkan, soal paham radikalisme ini harus jelas parameternya. “Jangan sampai isu radikalisme ini menjadi alat stigmatisasi bagi dakwah Islam,” pungkasnya.

Menurut data Badan Intelejen Negara (BIN), dari 100 masjid milik gabungan kementerian, lembaga, dan BUMN, sebanyak 41 masjid terpapar paham radikal. Adapun rinciannya, dalam laporan BIN tersebut, 11 masjid di kementerian, 11 masjid di lembaga, dan 21 masjid milik BUMN.

Sebelumnya, informasi mengenai puluhan masjid yang terpapar radikalisme sudah diungkapkan oleh para cendekiawan dan telah dilaporkan kepada presiden. (**)

Penulis:

Baca Juga