Tanggapi Surat Suara Tercoblos

Ada ‘Bandar’ Bermain di Balik Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Ketua Umum RKIH, Kris Budihardjo didampingi Ketua Biidadari Jokowi Linda Kartika Dewi (Kanan) dan Caleg DPRD DKI Jakarta dari PKB, Resi Krisnadianto. (Foto dok. Akuratnews.com).

"Itu sudah ketahuan kok, Orangnya sama, timnya sama, polanya sama, modusnya sama, dalam hal ini ada kepentingan-kepentingan negatif mereka terhadap demokrasi di Indonesia. Siapa pun dia."

Jakarta, Akuratnews.com - Surat Suara tercoblos Jokowi-Ma'ruf Amin dan Caleg Partai Nasdem Davin Kirana di Selangor Malaysia masih menyisakan polemik indikasi bakal curangnya pemilu 2019. Namun asli atau tidaknya surat suara tercoblos itu masih didalami oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

KPU sebelumnya memastikan pengumuman hasil penyelidikan asli atau tidaknya surat suara tersebut pada hari ini, 13 April 2019. Namun begitu, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin dallam konferensi pers di bawaslu, mendapat kepastian dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) luar negeri bahwa surat suara tercoblos di Malaysia adalah asli dikeluarkan oleh KPU RI.

Afifuddin juga mengatakan telah mendapat kepastian berulang kali dari jajarannya di Malaysia, surat suara tercoblos di sana adalah surat suara untuk metode pemungutan lewat jalur pos. Maka dari itu, pengiriman tim dari KPU dan Bawaslu ke Malaysia bertujuan untuk memastikan lebih lanjut soal temuan itu.

Mereka juga akan menginvestigasi mengapa surat suara yang keluar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), tidak sampai ke alamat tujuan pemilih. Melainkan malah mengendap dalam sebuah ruko kosong di Selangor, Malaysia.

Menanggapi indikasi kecurangan yang mengarah pada Kubu Jokowi, Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Kris Budihardjo angkat suara.

Menurut orang dekat dari kubu Jokowi ini, Kris meyakini bahwa ada grand desain yang menginginkan konflik antara kubu 01 dengan Kubu 02. Menurut dia, peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2014 lalu dimana, tim, modus dan orang (Pelaku) nya sama.

"Itu sudah ketahuan kok, Orangnya sama, timnya sama, polanya sama, modusnya sama, dalam hal ini ada kepentingan-kepentingan negatif mereka terhadap demokrasi di Indonesia. Siapa pun dia." Tegas Kris Budihardjo kepada wartawan di sela-sela kampanye Caleg PKB, Resi Krisnadianto di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).

Namun begitu, Kris menegaskan jangan juga menuduh grand desain itu dari kubu Prabowo. "Kita jangan juga menuduh bahwa itu fitnah pak Prabowo, Jangan," tegasnya.

Menurut dia, Indonesia tengah diadu domba oleh mereka. "Sehingga terpancinglah kubu 01, terpancinglah kubu 02. Kita berantem, mereka enak. Ini permainan di internasional." Kata Kris yang dikenal cukup dekat dengan Prabowo Subianto meski RKIH mmerupakan organ pemenangan Jokowi.

Lantas siapa yang dimaksud dengan "mereka" itu?

Ketua Umum RKIH ini menjawab tegas, "Mereka itu yaa orang yang berkepentingan terhadap Chaosnya Indonesia. Ingat, di ASEAN kita ini terbaik secara ekonomi. jadi mereka bisa bandar, bandar dagang, Bandar Judi, Inikan di dalam sebuah pilpres, setiap lima tahun selalu saya katakan, bandar Judi bermain, Pertarungan miliaran bermain. Ini judi internasional. Apakah pemilihan Bupati, kepala Desa, Presiden, sama." Ungkapnya.

Menurut dia, publik banyak yang tidak sadar, mendukung 01, mendukung 02, padahal yang bermain bandar judi, "Celaka kita kan!!." Kata Kris.

Saat ditanya apakah ada intelijen asing atau intelien Indonesia yang bermain dalam kasus surat suara tercoblos itu, Kris menegaskan, dirinya lebih suka menyebut pelaku grand desain itu sebagai bandar judi kriminal.

"Saya lebih suka menyebutnya 'bandar', Bandar Judi, Bandar apa pun, jadi kriminal (sebab mereka) tidak ada kepentinggan politik." Tegasnya. *

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga