Ada Isu Diskriminasi, Tes Swab Diberlakukan di Kedua Sisi Suramadu

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi

AKURATNEWS - Mulai Kamis (17/6), penyekatan dan tes swab massal di Jembatan Suramadu dilakukan dua arah. Penyekatan itu, diberlakukan usai terpaan isu diskriminasi terhadap warga Madura.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan, Bangkalan dan Surabaya harus dijaga keutuhannya bersama-sama.

Untuk itu perlu Penyekatan dan swab di dua sisi dilakukan guna menghindari rasa diskriminasi terhadap warga Madura.

"Inilah kebersamaan antara (pemerintah) Provinsi Jatim, Surabaya dan Bangkalan," tutur Eri,Rabu (16/6) malam.

Eri juga menambahkan, pengendara dari Madura yang menuju Surabaya akan dites swab, demikian sebaliknya.

Sedangkan penyekatan di sisi Bangkalan akan dilakukan oleh Bupati. Namun tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan memberikan bantuan jika diperlukan.

"Surabaya nanti membantu ketika yang dari Bangkalan sudah tidak mampu, yang selain plat M (Madura,red) kita lakukan (swab,red)," ujar Eri,

Nantinya, kata mantan Kepala Bapekko itu, petugas penyekatan dan swab antigen dari Pemkot dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan dibagi dua di pintu masuk dan keluar Jembatan Suramadu.

"Tugas kami yang utama adalah menjaga Madura, menjaga dari yang mau masuk ke Bangkalan. Itu yang kami lakukan," pungkasnya.

Sementara itu, Achmad Fauzan, salah satu pengendara yang terjaring penyekatan mengaku senang tes swab sudah dilakukan di dua sisi. Apalagi swab gratis.

Ia merasa diuntungkan dan tak perlu khawatir lagi, karena mobilitas yang dia lakukan cukup tinggi. Setiap dua hari sekali mondar-mandir untuk berdagang.

"Ini istri saya juga ikut setiap hari. Alhamdulillah menguntungkan ada swab, senang diswab. Orang Madura tidak takut dengan swab," Ungkap Fauzan.

Penulis:

Baca Juga