Soal Kasus Penyekapan Yang ‘Mandek’ Dua Tahun, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Enggan Berkomentar

Bos Toko Cat UD Karya Baru, Citra Permana, tersangka kasus penyekapan terhadap pegawainya bernama Atik Surani.

Surabaya, Akuratnews.com - Kasus penyekapan yang dialami Atik Surani pada 2 April 2019, dengan pelaku Citra Permana, tampaknya hanya terhenti di meja penyidik Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arif Rizky Wicaksan, hingga saat ini enggan memberikan keterangan.

Sementara Kasat Reskrim AKBP Oki Ahadian, yang sebelumnya juga enggan  berkomentar. Saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya mengaku akan mengecek terlebih dahulu."Ya, nanti saya cek dulu." ucapnya dengan nada dongkol.

Oki bahkan menyebut bahwa dirinya orang lurus." saya ini lurus lurus saja, nanti saya buktikan," katanya, saat ditanyai apakah ia mengetahui berhentinya kasus tersebut.

Perlu diketahui, sejak dilaporkan atas perampasan kemerdekaan orang lain sebagaimana diatur dalam pasal 333 KUHP, penyidik harus menyita waktu selama 5 bulan, sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan nomor : B/ 1227/SP2HP/LPB.275.19/IV/ Res 1.11/2019/Satreskrim, untuk menaikan status terlapor.

Namun, meski sudah berstatus tersangka, penyidik Unit Resmob Polrestabes Surabaya, enggan melanjutkan kasus tersebut, dan hingga saat ini berkas perkara tidak dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaa.

Fathol Rosyid selaku Jaksa penyidik mengaku pihaknya belum menerima berkas limpahan dari penyidik." Mana berkasnya belum sayabterima, coba tanyakan ke Polrestabes," ungkapnya.

Kasus tersebut bermula dari, saat Atik Surani yang bekerja sebagai pegawai di Toko Cat UD Karya Baru di Jalan Dukuh Surabaya dituduh mengambil uang hasil penjualan cat.

Oleh pemilik Toko yaitu Citra Permana, Atik diminta mengganti sejumlah uang. Jumlahnya, sesuai dengan hasil audit yang dilakukan Citra Permana sendiri.

Atik yang bingung kemudian, waktu untuk berdiskusi dengan keluarganya yang ada di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Saat itu, Atik diijinkan pulang ke Sukoharjo. Namun, saat Atik tiba di Stasiun Balapan Solo, Citra Permana bersama sopir dan seorang yang diduga oknum polisi mendatanginya lalu membawa kembali Atik ke Surabaya. Atik kemudian disekap selama beberapa hari.

Terlapor menyekap korban di rumah Jl Dharma Husada I/20, Surabaya selama 18 hari, dan akan melepas setelah korban melunasi seluruh hutangnya.

Penulis:

Baca Juga