Ada Permainan Tradisional Di Hari Anak Nasional Medan

Hati Anak Nasional yang digelar di Medan. Anak-anak bersukaria memainkan permainan tradisional yang dibuat oleh para panitia. (Istimewa)

Medan, Akuratnews.com - Sejumlah perlombaan tradisional mewarnai peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati di Lapangan Posyandu Melati 1, Medan Amplas, Kota Medan Sumatera Utara. Permainan tradisional yang turut memeriahkan peringatan Hari Anak kali ini, merupakan permainan yang sejatinya menjadi permainan primadona pada tahun 80 hingga 90 an. Sebut saja congklak, engklek, tarik tambang, balap berbakiak, engrang batok, dan gundu dalam sendok, menjadi permainan yang mungkin dahulu dimainkan oleh orang tua ataupun kakek dan nenek anak-anak tersebut.

"Kita tahu bahwa permainan tradisional ini banyak manfaatnya untuk anak-anak, karena dapat mengasah kreativitas mereka. Lagi pula permainan tradisional ini sudah jarang kita jumpai, jadi ini juga sebagai cara kami untuk melestarikan permainan-permainan ini," kata Badriyah, Ketua Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) selaku penyelenggara kegiatan, Minggu, dilansir dari antaranews.

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, ia mengatakan, panitia tahun ini menggelar lomba permainan tradisional untuk menyemarakkan acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Medan, yang mengusung tema "Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak".

"Untuk menyemarakkan HAN ini, YAFSI mengadakan lomba permainan tradisional untuk anak-anak, dan tahun ini kami memilih Kelurahan Amplas untuk mendorong Kelurahan Amplas menjadi kelurahan layak anak," kata Badriyah.

Kepala Lingkungan I Kelurahan Amplas Muhid Alfin Sinaga mengapresiasi penyelenggaraan berbagai lomba permainan tradisional untuk memperingati Hari Anak Nasional di wilayahnya.

Muhid mengatakan bahwa kegiatan itu bisa menjadi ajang untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya kemampuan membangun hubungan sosial bagi anak.

Badriyah juga menekankan pentingnya peran lingkungan dalam upaya perlindungan anak. "Karena perlindungan anak dimulai dari keluarga dan lingkungannya," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga