Ada Pungli Jemputan Wisata di Stasiun Banjar, PT KAI Akan Tindak Tegas

BANJAR, Akuratnews.com - Pembukaan relasi baru kereta api Gambir - Bandung- Banjar lewat diluncurkannya KA Pangandaran membawa angin segar pada peningkatan jumlah wisatawan menuju Pangandaran.

Sayangnya, hal ini dicemari oleh ulah oknum yang menggunakan pembukaan jalur baru ini demi kepentingan pribadi.

Seperti diungkapkan manajemen Sun In Hotel Pangandaran. Mereka mengeluhkan adanya praktek pungli yang dilakukan oleh oknum jasa transportasi lokal di Stasiun KA Kota Banjar, Jawa Barat, saat melakukan penjemputan wisatawan yang menggunakan KA Pangandaran.

Keluhan manajemen hotel ini ditulis di akun Facebook resminya dan sempat menjadi perbincangan hangat warganet.

Untuk diketahui, setelah PT KAI meluncurkan Kereta Api (KA) Pangandaran dengan rute Gambir – Bandung – Banjar, manajemen Sun In Hotel Pangandaran melakukan terobosan dengan memberikan layanan gratis penjemputan dari Stasiun Banjar bagi tamu hotel yang akan berwisata ke Pangandaran.

Namun, baru beberapa pekan layanan ini berjalan, mobil jemputan milik Sun In Hotel tidak diperbolehkan masuk ke area parkir Stasiun Banjar oleh oknum transportasi lokal.

Tak hanya itu, apabila pihak hotel membawa wisatawan dari stasiun harus membayar sejumlah uang kepada oknum tertentu.

“Ada praktik pungli yang dilakukan oknum jasa transportasi lokal yang berada di area parkir Stasiun KA Banjar. Kami sangat menyayangkan. Dan setelah terjadi kejadian itu, layanan jemputan kami dihentikan untuk sementara,” ujar salah seorang manajemen Sun In Hotel Pangandaran, Dian, baru-baru ini.

Menurut Dian, kejadian pungli yang dilakukan oknum transportasi lokal terjadi pada Jumat (18/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, kata dia, mobil layanan jemputan akan menjemput tamu hotel dari Bandung yang menggunakan KA Pangandaran.

Saat mobil masuk ke areal parkir stasiun, lanjut Dian, tiba-tiba diberhentikan oleh beberapa orang yang mengaku tukang ojek dan tukang becak yang mangkal di Stasiun Banjar.

“Mereka menegur kami dan tidak boleh mengangkut penumpang di area parkir stasiun. Dengan sedikit nada tinggi mereka berkata, jangan narik penumpang di sini. Penumpangn di sini jatah kami,” kata Dian menirukan perkataan oknum tersebut.

Selain itu, kata Dian, mereka pun meminta sejumlah uang. Mereka juga menginginkan mobil jemputan tidak boleh masuk ke area parkir stasiun.

“Yang lebih aneh, mobil kami disuruh parkir di tempat yang posisinya jauh dari area parkir stasiun. Mereka meminta agar tamu hotel yang kami jemput terlebih dahulu menggunakan jasa ojek atau becak. Setelah itu, baru bisa kami angkut,” ujarnya.

Dian menjelaskan setelah beroperasinya KA Pangandaran, minat wisatawan yang datang ke Pangandaran naik signifikan. Terutama wisatawan dari Bandung.

“Apalagi bulan ini KA Pangandaran lagi promo, wisatawan dari Bandung meningkat tajam. Sampai-sampai peningkatannya tiga sampai empat kali lipat dari biasanya,” ujarnya.

Dian menegaskan, tujuan dioperasikannya KA Pangandaran yang ditargetkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan, sebenarnya sudah memenuhi harapan. Hanya saja, layanan transportasi darat untuk penyambung dari Banjar menuju Pangandaran tidak disediakan.

“Seharusnya pemerintah yang mengatur adanya transportasi penyambung dari Banjar menuju Pangandaran. Karena apabila transportasinya tidak disediakan di stasiun, percuma saja ada KA Pangandaran. Yang pasti, wisatawan akan enggan menggunakan kereta api menuju Pangandaran,” ungkapnya.

Dian mengatakan, apabila pihak hotel atau jasa transportasi diperbolehkan berinisitiaf melakukan penjemputan wisatawan dari stasiun Banjar, sebaiknya ada aturan dan jaminan keamanan dari pemerintah.

“Kalau seandainya jasa penjemputan harus bayar, tidak masalah. Asalkan sifatnya resmi dikeluarkan oleh pemerintah atau bukan pungli yang ditarik oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Dian berharap pemerintah bisa menyediakan jemputan khusus untuk wisatawan yang mau berwisata ke Pangandaran.

“Kami berinisiatif menyediakan layanan jemputan, karena memang tidak ada angkutan umum dari stasiun Banjar menuju Pangandaran. Kalau pun ada harus pergi dulu ke Terminal Banjar. Tentu hal itu tidak akan membuat wisatawan nyaman. Karena jarak dari stasiun ke terminal Banjar cukup jauh,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, PT KAI berjanji akan menindak tegas oknum transportasi lokal di Stasiun KA Kota Banjar yang melakukan pungli terhadap mobil jemputan wisatawan yang menuju ke Pangandaran.

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus, dalam keterangan rilisnya, Minggu (20/1), mengatakan, pihaknya mempersilahkan kepada pihak hotel, biro travel atau angkutan apapun yang akan menjemput penumpang KA Pangandaran dari Stasiun Banjar.

“Apabila ada oknum yang menghalangi, apalagi meminta uang, segera sampaikan kepada kami. Jika ada bukti-bukti jelas adanya pungli, pada saat itu juga akan kami tindak,” tegasnya.

Setelah adanya keluhan tersebut, lanjut Joni, pihaknya menjamin tidak akan ada lagi pungli yang diduga dilakukan oleh oknum jasa transportasi tertentu kepada pihak penjemputan hotel atau biro wisata saat menjemput di area Stasiun Banjar.

Adanya layanan penjemputan wisatawan dari Stasiun Banjar dipandang PT KAI sebagai langkah kreatif yang memudahkan aksesibilitas menuju objek wisata di daerah Banjar, Pangandaran dan sekitarnya.

“Kendaraan apapun silahkan melakukan penjemputan penumpang kereta api di stasiun. Kami tegaskan tidak dibenarkan apabila ada pungutan uang kepada siapapun yang melakukan penjemputan penumpang di stasiun,” ujarnya. (rianz)

Penulis:

Baca Juga