oleh

Ada Rock Rasa Melayu di JMF 2018

Jakarta, Akuratnews.com – Sudah tahun ke delapan pelaksanaan Jakarta Melayu Festival (JMF) 2018 digelar. Sejumlah kejutan dan hal baru telah disiapkan bagi penggemar musik Melayu di ajang yang akan hadir di Ancol Beach City pada 27 Oktober mendatang.

Pertama, hadirnya Cockpit Band sebagai salah satu pengisi acara. Seperti diketahui, band ini sudah malang melintang hampir 40 tahun dengan mengusung aliran rock. Khusus di acara ini, Cockpit Band akan membawakan lagu-lagu rock rasa Melayu.

“Musik itu dinamis. Kita coba mengkolaborasikan sentuhan rock pada lagu-lagu Melayu. Pada dasarnya kan kekuatan musik itu 60 persen ada di lagu, 40 persennya ada di aransemen. Nah, nantinya kita akan kolaborasikan di aransemennya,” ujar drummer Cockpit Band, Yaya Moektio saat jumpa pers JMF 2018 di Balaikota, Jakarta, Jumat (19/10).

Promoter dan produser JMF 2018, Geisz Chalifah menambahkan, masuknya genre rock dalam pagelaran JMF kali ini juga merupakan sebuah upaya memperkaya musik Melayu itu sendiri.

“Proses (memasukan rock) ini sudah lama. Kita coba memperkaya khasanah dalam musik Melayu. Kolaborasi dengn para musisi muda juga salah satunya adalah memperkaya khasanah itu juga. Coba saja nanti dengar dan saksikan penampilan Husein Alatas juga,” ujar Geisz.

Lalu, kejutan dan hal yang baru lainnya adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan ikut berkolaborasi dengan salah seorang pengisi acara JMF.

“Nanti tunggu aja acaranya, saya juga masih belajar sih. Pokoknya Insha Allah kolaborasi saya di awal (acara). Saya janji, pas lagu Seroja (akan) joget,” kata Anies.

Anies menyebut, kekuatan lagu-lagu Melayu terletak pada syair-syairnya yang dalam dan penuh makna. Sudah selayaknya, kaum muda saat ini pun bisa memaknai sejumlah makna yang tersirat dalam syair-syair di lagu-lagu Melayu.

“Rasa suka itu harus ditumbuhkan. Pada anak misalnya, awalnya (musik Melayu) diperlihatkan, lama-lama mereka akan bertanya dan mencari tahu dari mana,” ujar Anies.

Kejutan ketiga, event ini berdekatan dengan perayaan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, keesokan harinya. Geisz selaku orang dibalik layar menjelaskan latar belakang pemilihan waktu event ini yang biasanya di bulan Agustus ini.

“Melayu adalah Indonesia, yang artinya simpul ke-Indonesiaan akan dilanjutkan oleh kaum muda Indonesia. Kita titipkan Melayu ini pada anak muda penerus bangsa yang bersumpah atas dasar Indonesia. Atas dasar itulah tahun ini kita laksanakan bersamaan dengan kegiatan Sumpah Pemuda,” ujar Geisz.

Adapun artis-artis yang akan mengisi acara ini, diantaranya adalah Erie Suzan, Cockpit Band, Husein Alatas, Shena Malsiana, Alfin Habib, Takaeda, Maxi, Fika Fabiola, Anwar Fauzi Band dan iringan tari Melayu dari Kosentra Sumut. (DN)

Komentar

News Feed