Adanya Kejanggalan, Konsumsi Akhir Tahun Anggota DPD Habiskan Anggaran Rp.940 juta Berpotensi Rugikan Negara

Ilustrasi

Jakarta, Akuratnews.com - Pada tahun 2015 Dewan Perwakikan Darah ( DPD ) memiliki anggaran sebesar Rp.1.2 Miliar untuk konsumsi atau penyedian konsumsi rapat -rapat dan pertemuan Pimpinan dan anggota DPD RI dalam rangka penguatan Kemitraan DPD dengan pemerintah daerah.

Dari alokasi anggaran sebesar Rp.1.2 Miliar.DPD menghabiskan untuk anggaran konsumsi ini sebesar Rp.940.000.000. Dan pelaksanaan  pekerjaan untuk penyediaan konsumsi ini adalah PT. Jawa Tengah Citra Boga Jalan.H. Ridi No.10 Ulujami, Pesanggrajan.

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA)
dari CBA (Center for Budget Analysis) Jajang Nurjaman, mengagakan punya catatan indikasi kejanggalan

Jajang menjelaskan, bahwa pertama dalam pengadaan konsumsi  di DPD RI tersebut kemungkinan tidak dilakukan dengan lelang. Hal tersebut dikarenakan anggaran sebesar Rp1,2 Miliar di pecah-pecah menjadi enam  proyek dengan masing-masing proyek di bawah dua ratus juta rupiah.

"Dan paling aneh adalah ini benar benar pemborosan anggaran. Masa sih belanja konsumsi direaliasasikan pada akhir tahun atau bulan desember, dan sekitar Rp.940 juta bisa habis selama 12 hari sejak tanggal mulai 7 sampai 18 Desember2016 ," kata Jajang dalam siara pers yang diterima Akuratnews.com, Senin (16/01/17).

Selain itu, terakhir, untuk realisasi anggaran sebesar 940,000,000 seharusnya dibawah tanggung jawab seperti, sebagai anggota PPK sesuai dengan SK Sekjen No 566 tahun 2015. Namun sekjen Sudarsono Hardjoekarto malah menugaskan Rahman Hadi.

Bahkan penugasan Rahman Hadi terkesan ganjal dengan dipaksakannya SK No. 713 A tahun 2015 hanya untuk melaksanakan pengadaan barang tertentu yaitu belanja konsumsi dengan masa tugas hanya 29 hari.

Berdasarkan temuan di atas Center for Budget Analysis (CBA) Meminta kepada BPK untuk lakukan audit atas kegiatan acara konsumsi tersebut. masa Selama 12 Hari bisa habis anggaran sekitar Rp.940 juta. tidak masuk akal banget.

Dan kedua, segera aparat hukum untuk turun tangan melakukan penyelidikikan atas konsumsi akhir tahun di DPD. segera panggil saja, Sekjend DPD oleh KPK untuk minta penjelasan atas realisasi konsumsi akhir tahun ini. KPK atau pihak kepolisian.

"Jangan lupa juga, panggil dan periksa juga pihak PT. Jawa Tengah Citra Boga Jalan.H. Ridi No.10 ulujami, sebagai perusahaan yang dapat pekerjaan," ungkapnya. (Agus)

Penulis:

Baca Juga