oleh

Adik Zulkifli Hasan Ditetapkan Tersangka Dalam Kasus Pencucian Uang

Jakarta, Akuratnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan sebagai tersangka tindak pencucian uang (TPPU). Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan TPPU itu merupakan pengembangan dari tindakan operasi tangkap tangan KPK Juli 2018 lalu, terkait perkara suap proyek-proyek di lingkungan Lampung Selatan.

“Dalam proses penyidikan tersebut dari dugaan penerimaan suap Rp200 juta saat OTT dilakukan, kami menemukan dugaan fee proyek lain sejumlah Rp57 miliar,” kata Febri saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).

Febri menambahkan, Zainudin telah menerima sejumlah dana dari anggota DPRD Lampung Selatan Agus Bhakti Nugraha, yang juga telah menjadi tersangka. Sumber dana tersebut dari proyek-proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan dengan total nilai proyek mencapai Rp57 miliar. Dari total nilai proyek tersebut KPK menduga Zainudin mendapat bagian 15-17 persen.

Kemudian dari bagian tersebut, lanjut Febri, Zainudin melalui Agus menggunakan uang tersebut untuk membeli atau membayar sejumlah aset dan kendaraan.

“Dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga, pihak lain atau perusahaan yang diduga untuk kepentingan tersangka,” jelas Febri.

KPK menduga tindakan itu untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan yang dimiliki Zainudin Hasan.

Akibat perbuatannya, Zainudin dijerat pasal 3 UU No. 8/2010 tentang pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Pada kasus sebelumnya, KPK telah menetapkan status tersangka kepada Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan karena diduga menerima suap dari pihak swasta CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. Suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lampung Selatan tahun anggaran 2018.

KPK menduga pemberian uang dari Gilang kepada Zainudin merupakan fee proyek sebesar 10 hingga 17 persen di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Zainudin juga diduga mengarahkan semua pengadaan proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan harus melalui Agus Bhakti Nugraha yang merupakan orang kepercayaan Zainudin.

Melalui Agus itu, perusahaan Gilang bisa mendapat 15 proyek di Lampung pada 2018 dengan total nilai proyek sebesar Rp 20 miliar. KPK telah menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka sejak 27 Juli 2018 lalu. Selain mereka, Kadis PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara juga ikut menjadi tersangka KPK. (Jar)

Komentar

News Feed