Ahli Pidana dan LSM Konsumen Minta Kapolri Wajib Beri Sanksi Oknum Polri Yang Main Perkara

AKURATNEWS - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Konsumen Cerdas Hukum yang selama ini mengawal kasus investasi bodong mengaku prihatin mendengar kabar dugaan adanya oknum polisi 'bermain' perkara.

"Kapolri, bahkan Presiden seharusnya mengantensi ini dan segera menindaklanjuti dari bukti dan tuduhan yang ada. Jika Kapolri diam, justru secara eksplisit mengamini dan menganggap biasa praktik jual beli perkara. Jika dibiarkan, mau dibawa kemana arah negara Indonesia ini. Kita pada titik kritis kepastian hukum," ujar Ketua LSM Konsumen Cerdas Hukum, Maria di Jakarta, Rabu (8/9).

Terpisah, ahli pidana dan pengamat hukum, Prof DR Dwi Seno Widjanarko, SH, MH meminta Kapolri serius menindaklanjuti dugaan ini.

"Ini tuduhan serius dan harus ditindaklanjuti pemerintah, khususnya Kapolri. Saya rasa konsep 'Presisi' sudah bagus dan benar, hanya saja pelaksaan dilapangan yang tidak berjalan efektif," ujarnya.

Dikatakan Prof Dwi Seno, apabila benar ada dugaan pemerasan dan gratifikasi maka oknum polisi terkait hendaknya dicopot dan dikenai sanksi sesuai aturan internal Polri yang berlaku.

"Jika benar maka segera tindak oknum Polri ini dan perbaiki agar tidak berlarut," tegas dosen Universitas Bhayangkara dan STIH Painan ini yang dulunya mantan pimpinan Kejaksaan ini.

Sebelumnya Kabid Humas dan Media LQ Indonesia Lawfirm, Sugi menyampaikan adanya dugaan oknum-oknum polisi yang ingin bermain perkara.

"Tujuan kami agar keadilan ditegakkan Polri, dan bukan malah merugikan masyarakat, khususnya korban Investasi bodong," tegas Sugi.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga