Ahli Virologi China Ungkap Lagi, Virus Corona Konspirasi China dan WHO

New York, Akuratnews.com - Hingga saat ini banyak yang beranggapan jika asal muasal virus Corona masih misteri. Apakah virus itu dibentuk dari alam atau buatan manusia, hingga kini belum terjawab.

Tak sedikit ahli berpendapat bahwa virus ini buatan manusia. Seperti dilansir dari Daily Mail, Minggu (12/7), Dr. Limeng Yan, seorang ahli virologi lulusan Universitas Hongkong yang melakukan penelitian virus dan berhasil melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) mengungkapkan sejumlah hal terkait virus ini

Yan mengaku pernah bertugas di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hongkong, dimana laboratorium tempatnya bekerja ini adalah salah satu laboratorium terbaik di dunia untuk penelitian virus pneumonia Wuhan.

Pada 31 Desember 2019, Limeng Yan ditunjuk atasannya, Leo Poon yang menjabat sebagai konsultan untuk WHO untuk secara diam-diam mempelajari virus Corona.

Pada hari yang sama, seorang ilmuwan yang bekerja di Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok mengatakan kepadanya, bahwa ada satu keluarga yang anggotanya terinfeksi virus tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa virus dapat menular dari manusia ke manusia.

Namun Ketika Limeng Yan melaporkan hasil penelitiannya kepada atasanya Leo Poon, dia malah diancam oleh atasannya untuk tidak menyebarkan hasil penemuan itu.

Namun, pengumuman WHO yang dikeluarkan masing-masing pada 9 Januari dan 14 Januari 2020 menyebutkan: Tidak ada bukti bahwa virus dapat menyebar dari manusia ke manusia.

Dr. Sean Lin, mantan peneliti virologi di US Army Research Institute mengatakan, sebagai ahli laboratorium WHO, mereka pasti memiliki saluran untuk memberitahu kepada WHO apa yang terjadi di China.

"Jadi dapat dipastikan bahwa WHO menyembunyikan situasi ini," ucap Lin.

China sendiri hingga 20 Januari 2020, baru terpaksa mengumumkan jika muncul jenis virus yang tidak diketahui asalnya yang mampu ditransmisikan antar manusia. Karena itu lockdown kota Wuhan baru benar-benar diterapkan pada 23 Januari.

Ocehan Limeng ini rupanya membuat Kedutaan Besar (Kedubes) China di AS sampai angkat suara.

"Kami belum pernah mendengar tentang orang ini,'' ucap siaran pers Kedubes) China di AS.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga