Ahok Bentuk Tim Satgas TNIC Pertamina

Pertamina
Pertamina

Jakarta, Akuratnews.com - PT Pertamina (Persero) akhirnya membentuk Satuan Tugas Tender dan Negosiasi Investor/Contractor (Satgas TNIC). Satgas ini merupakan gabungan tim investasi induk dan anak usaha dengan komite investasi pada dewan komisaris.

Apa tugas Satgas TNIC? Pembentukannya bertujuan untuk memastikan tender negosiasi proyek strategis dan penjajakan investor dapat berjalan lebih cepat dan simultan. SVP Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto mengatakan Satgas TNIC merupakan hasil rapat bersama direksi dan komisaris pada Senin (5/10).

Harapannya, satgas itu dapat mempecepat proyek hulu hingga hilir migas Pertamina. Terutama soal proses tender, negosiasi, dan penjajakan kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional.

Satgas tersebut melibatkan Dewan Komisaris dan Direktur Utama Pertamina, dibantu oleh komite audit dan internal audit sebagai dewan pengawas. Untuk dewan pelaksana dipimpin oleh Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina, dibantu oleh Direktur Keuangan dan Direktur Utama Subholding Hulu, Refinery & Petrochemical Pertamina, serta melibatkan komite investasi pada komisaris.

Satgas TNIC akan memangkas proses pengambilan keputusan. Koordinasi dan komunikasi seluruh komponen perusahaan akan lebih efektif dan efisien.

Induk dan anak usaha bersama dewan komisaris akan bersama-sama melakukan proses pemilihan mitra strategis. “Pada tingkat operasional, Satgas juga diperkuat oleh tim kerja dan tim pendukung di tingkat manajemen,” ujar Agus berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (6/10).

Tim ini juga akan mengkaji rencana pencarian mitra strategis untuk Blok Rokan. Sesuai Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1923 K/10/10/MEM/2018, perusahaan wajib bekerja sama dengan mitra yang memiliki kemampuan di bidang hulu migas sebelum alih kelola pada 8 Agustus 2021. Targetnya, Pertamina akan menunjuk mitranya pada akhir tahun ini.

Terkait pengembangan kilang, Tim Satgas juga akan memastikan kerja sama dengan mitra-mitra strategis. Nantinya, Pertamina dan partnernya akan bersama sama melakukan pengembangan kilang, termasuk pada pengembangan produksi olefin kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Kritik Ahok

Satgas TNIC muncul tak lama usai Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama melontarkan kritiknya terhadap perusahaan pelat merah itu. Bulan lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyoroti utang Pertamina yang mencapai 16 miliar dolar AS.

Menurut dia, Pertamina seharusnya mengutamakan eksplorasi 12 cekungan minyak dan gas dalam negeri ketimbang berhutang mengakuisisi sumur di luar negeri.

“Setiap kali otaknya pinjam duit saja ini. Saya sudah kesal ini,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Menanggapi hal itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan kritikan Ahok merupakan masukan bagi perseroan. "Kami menghargai pernyataan Pak BTP sebagai Komisaris Utama yang memang bertugas untuk pengawasan dan memberikan arahan," katanya.

Kritik Ahok itu juga sejalan dengan restrukturisasi Pertamina yang sedang dijalankan direksi agar perusahaan menjadi lebih adaptif dan kompetitif. Fajriah memastikan, hubungan antara direksi dan komisaris masih terjaga dengan baik. Manajemen dan komisaris senantiasa bekerja sama untuk terus melakukan perbaikan perusahaan dan mendukung program-program pemerintah.

Pada semester pertama 2020 Pertamina mencatatkan rugi bersih 767,9 juta dolar AS. Angka ini turun drastic dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun sebelumnya di 660 juta dolar AS.

Penulis: Redaksi

Baca Juga