Ahok Komentari Banjir Jakarta, Anies Ucapkan Terima Kasih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, Akuratnews.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok mengomentari banjir di DKI Jakarta yang terjadi dalam sejak tiga hari kemarin. Dalam pernyataannya, Ahok mengatakan, saat hujan turun, memang potensi ranting dan sampah menumpuk di dekat saluran air, makanya DKI harus sigap soal pemompaan air, dan menaruh alat berat di sekitar saluran air.

Saat dikonfirmasi pernyataan Ahok kepada Gunernur Anies Baswedan, Gubernur DKI ini memberikan apresiasinya. Anies berterima kasih kepada Ahok atas komentar soal banjir tersebut.

"Nah…saya terima kasih semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait dengan banjir," kata Anies seperti dilansir Kompas di Jakarta, Kamis 2 Mei 2019. Namun begitu, Anies menyampaikan, banjir pada zamannya tak separah pada era Ahok.

Menurutnya, di musim banjir kali ini, hanya 1.600 orang yang mengungsi. Sementara saat banjir 2015, pengungsi bisa mencapai 200.000 orang.

Menurut Anies, saat ini hanya wilayah di bantaran sungai yang tergenang seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara di wilayah pusat dan utara Jakarta, genangan bisa teratasi karena pompa. Ia memastikan saran Ahok soal pompa sudah dijalankannya.

"Poin utamanya adalah kita apresiasi semua perhatian dan insya Allah semua yang disebut sebagai isu-isu teknis akan selalu diantisipasi dengan baik," kata Anies.

Sebelumnya, Ahok menceritakan pengalamannya menangani banjir Jakarta. Menurut dia, Jakarta sebenarnya siap menghadapi hujan deras.

"Enggak tahu ya, kalau pengalaman saya pasti sebenarnya Jakarta itu pompanya sudah cukup oke, tanggul juga sudah oke, jadi perhatikan saja biasa kalau hujan sama kemarau," kata Ahok di rumah Prasetio di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Menurut Ahok, saat hujan biasanya air memang terhambat masuk saluran karena ada sampah kayu dan ranting. Namun, hal ini bisa diantisipasi dengan pengerukan menggunakan alat berat maupun menyiagakan pasukan oranye. Saat genangan muncul, yang paling penting dilakukan yakni mengoperasikan pompa. Jika terlambat, genangan sulit surut.

"Saya orang tambang, (kalau) teori tambang, ngidupin pompanya telat, sudah terlalu tinggi bisa enggak keburu. Saya kira mungkin tergenang itu karena ada pompa yang telat. Saya enggak tahu," kata Ahok.

Penulis:

Baca Juga