oleh

AHY: Tidak Boleh Ada Perbedaan Antara Masyarakat Tionghoa dan Masyarakat Pribumi

Jakarta, Akuratnews.com – “Tidak boleh ada perbedaan antara masyarakat Tionghoa dengan warga pribumi di Jakarta. Kita harus membaur sebagai anak bangsa yang cinta damai dan harmoni,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, calon Gubernur DKI nomor urut 1.

Agus Harimurti Yudhoyono, dalam pidato kebhinekaan di depan RT dan RW serta tokoh masyarakat se-Jakarta Utara dan Jakarta Barat sekaligus Silaturahmi Menyambut Imlek 2568 di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (22/01/17) malam, mengatakan, penting dilakukan dialog sehingga tidak lagi ada perbedaan soal mayoritas dan minoritas.

Karena itu, kata AHY, jika dirinya dipercaya mimpin DKI dalam 5 tahun ke depan, program pertama yang harus ia lakukan adalah berdialog agar tidak ada lagi soal mayoritas minoritas.

Agus Harimurti yang diusung koalisi empat partai, yakni Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB, juga mengingatkan, dalam waktu dekat, yakni 28 Januari mendatang, warga Tionghoa akan merayakan Imlek 2017.

“Saya berharap perayaan Imlek nanti bisa berjalan aman tanpa gangguan,” kata Agus Harimurti Yudhoyono.

Karena itu, lanjut putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, semua elemen masyarakat menghargai warga Tionghoa yang merayakan Imlek.

“Imlek harus kita rayakan bersama-sama, jangan ada perbedaan. Kita harus membaur sama-sama merayakannya,” kata Agus.

Kebersamaan tanpa membeda-bedakan suku maupun budaya, perlu dijaga bersama-sama karena kita hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang penuh keberagaman namun tetap satu, yakni Indonesia.

“Karena itu pula lah betapa bangganya saya menempatkan Merah Putih di lengan kanan saya. Itu menunjukkan betapa bangganya saya sebagai orang Indonesia,” tutup Agus yang disambut riuh tepuk tangan hadirin. (Ahyar)

Komentar

News Feed