Ajang Balap Mobil Listrik Formula E Jakarta Ada yang Tersengat Listrik

Dr. Yuyun Pirngadi
Dr. Yuyun Pirngadi

AKURATNEWS - Ajang balap mobil listrik Formula E telah berlalu, isu miring BUMN tak bersponsor, masih tetap melaju. Ada apa gerangan?

Menurut Dr. Yuyun Pirngadi, Direktur Eksekutif Institute Kebijakan Publik dan Keuangan Negara. Pernyataan negatif ketua Panpel Formula E, Ahmad Sahroni terhadap BUMN terkesan tendensius.

BUMN tak mau menjadi sponsor harus dimaknai sebagai 'sesuatu' yang biasa saja. Namun menjadi luar biasa ketika budaya standar Indonesia yang cenderung stereotip muncul.

Stereotip adalah sebuah penilaian terhadap seseorang berdasarkan latar belakang kelompoknya sebagaimana dikenali masyarakat.

Ikut atau tidak BUMN dalam even besar Formula E. its everything is running well. Ajang balap mobil listrik bergengsi skala internasional itu telah memiliki 31 perusahaan lokal dan global beken menjadi sponsorship.

Praktis, Panitia bisa tidur nyenyak, fulus pun dari sponsor, penjulan tiket, hak siar TV nasional dan internasional laris manis dalam hitungan jam keuntungan menggunung. Awas, mata dunia tertuju ke Jakarta menyaksikan besi lari cepat itu.

Betapa tidak, dari penjualan tiket misalnya, kursi tribun dibandrol Rp 2,5 juta dan VIP dihargai Rp 10 juta ternyata laris manis broo, dengan kapasitas terpasang 66.000 kursi.

Bagaimana dengan besaran sponsorship, bayaran hak siar tv lokal dan global serta lainya setelah total penerimaan dibagi total pengeluaran, rasa-rasanya panitia Pelaksana menang banyak.

Undangan VVIP

Hiburan menarik bernuansa ekonomi hijau berlangsung di Jakarta Internasional E-Prix Circuit (JIEC) Ancol, Sabtu 4/6/2022 dihadiri Presiden Jokowi serta segenap jajaran Menteri.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia dijadwalkan melakukan 'grid walk' bersama dengan ketua MPR RI selaku Ketum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni, Chief Championship Officer & Co-Founder Alberto Longo.

Presiden Jokowi paham benar dan mengapresiasi acara lomba balap mobil listrik yang merupakan bagian menuju emisi karbon ke titik nol dan sejalan pula dengan agenda green economy yang digagas negara-negara maju G20 yang pertemuannya akan berlangsung di Bali Oktober 2022.

Biaya E-prix Jakarta Dan Sponsorship

Ajang balap Formula E mobil bertenaga listrik ini, menelan biaya berkisar ratusan miliar per even. Biaya tersebut diperuntukan fasiltas penunjang hingga biaya pembangunan lintasan mobil balap listrik dan pengaspalan yang menelan biaya Rp 60 miliar.

Tak berlebihan, ketika Jakarta Sirkuit Formula E masuk ranking 'the big ten' yg berada diurutan ke 6 terpanjang di dunia 2,4 km mengalahkan negara-negara maju seperti, kota London, New York dan Berlin.

Maka, secara keseluruhan pembangunan "grandstand” dan turunannya menelan biaya sebesar Rp 130 miliar, ujar ketum Ferary Indonesia Ahmad Sahroni.

Pemerintah DKI Jakarta pun bernafas lega. Berdasarkan keterangan tertulis dari Pemprov DKI Jakarta, nantinya dalam penyelenggaraan selama Iima tahun "commitment fee" yang dibayarkan hanya Rp 560 miliar.

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Baca Juga