AJI Jakarta Tak Terima Persekusi Pada Aktivis #2019GantiPresiden

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Asnil Bambani mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kebebasan berekspresi. Menurutnya, kebebasan berekspresi adalah hak masyarakat yang dilindungi Undang-undang, termasuk gerakan #2019GantiPresiden.

Asnil menilai hastag tersebut populer bukan karena media mainstream, melainkan media sosial. Dirinya menegaskan #2019GantiPresiden tidak menyalahi aturan.

"Jika itu terjadi di media sosial, itu adalah hak dari semua warga negara Indonesia," katanya dalam diskusi bertajuk 'Menakar Peran Media, Antara #2019GantiPresiden Vs Persatuan Bangsa' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2018).

Namun menurutnya, persoalan muncul ketika kebebasan berekspresi ini dibumbui dengan informasi-informasi yang salah. Secara prinsip, Asnil menyatakan gerakan #2019GantiPresiden adalah kebebasan berekspresi.

"Kami dari AJI menilai publik berhak melakukan itu," sebutnya.

"Tetapi kami juga tidak terima jika ada persekusi kelompok anti #2019GantiPresiden terhadap kelompok #2019GantiPresiden," tandas Asnil.

Sebelumnya, aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman dihadang ratusan orang yang sudah memblokir akses keluar kawasan gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018). Massa membawa spanduk yang berisi tentang penolakan deklarasi #2019GantiPresiden.

Kemudian, deklarasi #2019GantiPresiden yang sedianya akan digelar di Surabaya pada hari Minggu (26/8/2018) juga akhirnya dibubarkan. Bahkan warga melemparkan batu-batu kecil dari atas viaduk ke Jalan Pahlawan yang belum dilewati massa deklarasi untuk menghentikan laju mereka. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga